• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Matraman

PMII Jombang Dorong Pemkab Evaluasi Tiga Sektor Terdampak

PMII Jombang Dorong Pemkab Evaluasi Tiga Sektor Terdampak
PC PMII Jombang saat silaturahim dengan Pemkab setempat. (Foto: jombang.nu.or.id)
PC PMII Jombang saat silaturahim dengan Pemkab setempat. (Foto: jombang.nu.or.id)

Jombang, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jombang melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (04/08/2021).

 

Ketua PC PMII Jombang, Muhammad Arif Hakim mengatakan, kedatangannya tersebut untuk meminta Pemkab Jombang melakukan pembenahan di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Hal tersebut menyusul dampak atas diberlakukannya PPKM oleh pemerintah, khususnya di Kabupaten Jombang.

 

Di sektor kesehatan, kata Arif, lonjakan kasus positif Covid-19 di tengah penerapan PPKM menjadi hal yang perlu dipertanyakan. Efektivitas dalam penanganannya tersebut seakan tidak ada. Apalagi ditambah dengan proses vaksinasi massal yang menimbulkan kerumunan.

 

“Harusnya Pemkab Jombang mengantisipasi hal itu dengan memberikan edukasi yang lebih intens kepada masyarakat," ungkapnya dilansir jombang.nu.or.id.

 

Arif melanjutkan, kondisi sinyal yang buruk turut menjadi persoalan di sektor pendidikan. Hal tersebut memaksa pelajar di Jombang mengeluh, dan berdampak pada efektivitas pembelajaran yang dilakukan.

 

Sedang di sektor ekonomi, pihaknya menyayangkan adanya kebijakan yang berimbas pada pedagang kaki lima (PKL), seperti pemadaman lampu jalan dan lainnya.

 

“Saya harap Pemkab lebih bijak. Karena di tengah kondisi seperti ini pendapatan mereka jelas menurun drastis. Upayakan nanti mereka mendapat bantuan dan penyebarannya lebih mereta,” tegasnya.

 

Menanggapi hal ini, Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab mengatakan faktor utama lonjakan Covid-19 adalah klaster isoman pada keluarga. Oleh karena itu, Pemkab Jombang mengupayakan adanya rumah sehat sebagai tempat isolasi terpusat bagi yang terpapar Covid-19

 

“Namun, justru warga Jombang takut atau enggan menempati lokasi tersebut karena tidak mau dikucilkan dan tidak mau disebut terpapar Covid-19," tuturnya.

 

Terkait layanan pendidikan, Bupati berjanji akan bertemu dengan para provider untuk mengecek kelancaran akses internet di Kabupaten Jombang, agar lancar dan memadai. 

 

“Sedangkan terkait pemadaman, itu dilakukan untuk menekan mobilitas warga, yang sudah menjadi aturan dari pusat. Jika tidak dilakukan, maka dianggap melanggar,” imbuhnya.

 

 

Di akhir audiensi, Bupati Munjidah pun mengapresiasi atas upaya yang dilakukan PMII Jombang ini. Ia pun mengaku upaya-upaya sinergitas seluruh elemen akan terus dilakukan demi menekan laju penyebaran Covid-19.

 

Editor: A Habiburrahman


Matraman Terbaru