• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 29 November 2022

Matraman

Tren Adopsi Spirit Doll, Ini Kata Ketua Aswaja NU Center Nganjuk

Tren Adopsi Spirit Doll, Ini Kata Ketua Aswaja NU Center Nganjuk
Ketua Aswaja NU Center Nganjuk Ustadz Shoviyul Himami Bafagih. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)
Ketua Aswaja NU Center Nganjuk Ustadz Shoviyul Himami Bafagih. (Foto: NOJ/ Haafidh NS Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Ketua Aswaja NU Center Nganjuk Ustadz Shoviyul Himami Bafagih merespons perilaku sejumlah publik figur yang mengadopsi boneka arwah atau Spirit Dolls. Dirinya menyebut, fenomena artis yang mengadopsi boneka dengan harga jutaan rupiah itu tidak lumrah lantaran sudah dewasa.

 

Gus Shovi, sapaan akrabnya, menjelaskan terlebih dahulu mengenai boneka yang umumnya digunakan untuk bermain oleh anak-anak dalam Islam. Dalam jumhur (mayoritas) ulama menyatakan kebolehan atas boneka sebagai mainan anak-anak  sebagaimana disebutkan dalam hadits.

 

“Sayyidah Aisyah ra dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi SAW. Namun, Rasulullah tidak melarangnya," ungkapnya kepada NU Online Jatim, Kamis (06/01/2021).

 

Alumnus Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading Kasri Malang tersebut menuturkan, adakalanya sesuatu yang halal bisa menjadi haram. Begitu pula sesuatu yang haram bisa menjadi halal dengan beberapa pertimbangan.

 

Misalnya, diperbolehkan memiliki boneka bagi anak perempuan kecil dengan prinsip tidak ada potensi ditiupkannya ruh dalam boneka tersebut seperti menyerupai manusia atau binatang.

 

“Dalam ilmu fikih, memiliki boneka diperbolehkan untuk praktik kedokteran, biologi dan sebagainya. Dalih pendidikan menjadi sebuah alasan diperbolehkannya memiliki boneka,” terang Gus Shovi.

 

Ia meminta agar umat Islam khususnya Nahdliyin tidak ikut-ikutan tren tersebut apalagi mempercayai sosok arwah dapat masuk ke dalam boneka. Pasalnya, urusan ruh hanya Allah SWT yang mengatur.

 

Dirinya pun khawatir kaum muslimin yang mengikuti tren adopsi spirit doll, akan terjebak pada kemusyrikan.

 

“Haram jika ada orang meyakini akan hal ini, tentu sangat berbahaya bagi akidahnya. Tidak soal curhat kepada si boneka saja, yang dikhawatirkan juga meyakini boneka tersebut pemberi solusi, ini kan jadi menyekutukan Allah,” tegasnya.

 

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur'an Al-Faqihiyah Sonopatik tersebut, keimanan menjadi hal yang sangat penting ditopang ketakwaan sebagai penentu arah. Jika iman adalah sebuah kapal, maka taqwa adalah layarnya.

  

“Jangan lupa agama hadir di tengah masyarakat untuk mengatur keseimbangan, ketenangan, dan kenyamanan kehidupan. Jangan sampai kita melulu berteriak soal hak asasi manusia namun menyampingkan sisi agama,” pungkasnya.


Matraman Terbaru