• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Matraman

Wakil Rais NU Nganjuk Ajak Menggapai Ridha Allah dengan Tobat dan Syukur

Wakil Rais NU Nganjuk Ajak Menggapai Ridha Allah dengan Tobat dan Syukur
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk, KH Moh Ali Zainal Abidin saat memberikan pengajian Kitab Minnahus Saniyah. (Foto: NOJ/ Haafidh Nur Siddiq Yusuf)
Wakil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk, KH Moh Ali Zainal Abidin saat memberikan pengajian Kitab Minnahus Saniyah. (Foto: NOJ/ Haafidh Nur Siddiq Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim
Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk, KH Moh Ali Zainal Abidin menyampaikan, setiap saat baik pagi atau petang, umat manusia hendaknya selalu meneliti anggota lahir dan batin. Adakah anggota anggota itu telah melanggar hak-hak Allah SWT atau terpelihara dari pelanggaran.
 

Menurutnya, seorang muslim hendaknya segera bertobat dari pelanggaran seperti menggunakan mata kepada sesuatu yang haram, menggunakan lisan untuk pembicaraan kotor, menggunakan telinga untuk mendengarkan sesuatu yang tidak berguna, menggunakan hati dari penyakit tidak ikhlas dan sejenisnya, atau belum melaksanakan perintah-Nya.
 

"Apabila mereka telah melihat, bahwa seluruh anggota telah menunaikan perintah Allah SWT dan taat kepada-Nya, maka hendaklah bersyukur. Dan jangan mempunyai anggapan, bahwa dirinya telah taat sepenuhnya kepada perintah-Nya," terangnya saat memberikan pengajian Kitab Minnahus Saniyah di Kantor PCNU setempat, Jumat (24/12/2021).
 

Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo tersebut menceritakan suatu hari Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan shalat hingga kakinya bengkak. Padahal Rasulullah SAW adalah salah satu manusia yang dipastikan masuk surga oleh Allah SWT. Namun, jaminan tersebut  tidak membuat Nabi bersantai-santai ria dalam beribadah.
 

“Semangat Nabi Muhamamd dalam beribadah tersebut merupakan ungkapan rasa syukurnya kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat kepadanya,” jelas Kiai Zainal.
 

Dirinya mengingatkan, jika seseorang mengetahui bahwa ia masih bergumul dengan perilaku maksiat hendaknya segera menyesali diri dan bertaubat kepada-Nya.
 

Setelah menyesali perbuatan yang dilakukan, kemudian meminta ampun kepada Allah, dan tidak mengulangi perbuatan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Sesudah itu lalu bersyukur, karena tidak ditakdirkan melakukan maksiat yang lebih banyak lagi, kecuali apa yang telah dilakukannya.
 

“Juga harus bersyukur kepada Allah SWT, karena anggota badan yang digunakan untuk melakukan maksiat tidak dirusak oleh Allah SWT dengan suatu penyakit. Taubat tidak cukup sekedar diniatkan dan diucapkan, tapi mesti diwujudkan dalam tindakan,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Matraman Terbaru