• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Alhamdulillah, Kasus PMK di Jatim Menurun

Alhamdulillah, Kasus PMK di Jatim Menurun
Hewan ternak dicek kesehatannya. Foto: BBC
Hewan ternak dicek kesehatannya. Foto: BBC

Surabaya, NU Online Jatim

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Provinsi Jawa Timur mulai mengalami penurunan kasus. Hal ini berdasarkan laporan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK. Selain di Jatim, hal serupa juga terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB).


Penurunan kasus tersebut tertuang pada laporan pada 5-11 Juli 2022, dibandingkan dengan pekan kedua yaitu 12 Juli-18 Juli 2022. Meski demikian, penambahan kasus sakit masih terjadi, di antaranya di Jawa Timur dan Jawa Barat.


"Meskipun dihadapi dengan penambahan jumlah kasus sakit, Jawa Timur aktif melakukan penanganan dan pengobatan dan mencapai kesembuhan hingga 3.439 kasus," kata Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Wiku Adisasmito dikutip republika.co.id, Selasa (19/07/2022).


Ia mengatakan, NTB masih berupaya melakukan pengobatan bagi hewan ternak agar dapat meningkatkan angka kesembuhan. Disebutkan penurunan kasus sakit hingga 9.130 kasus, menunjukkan bahwa NTB berupaya keras menekan persebaran kasus.


Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, Satgas PMK menyampaikan bahwa berdasarkan data per tanggal 18 Juli 2022, seluruh provinsi di Pulau Jawa sebagian provinsi di Pulau Sumatera dikategorikan dalam zona merah. Terdapat 22 provinsi dan 263 kabupaten/kota yang tertular dilihat dari pemetaannya.


Adapun zona kuning di beberapa kabupaten dan kota, seperti di Provinsi Lampung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan mengindikasikan terdapat kurang dari 50 persen kabupaten atau kota di suatu provinsi yang tertular PMK. Zona hijau, yang berarti belum ada laporan kasus PMK pada wilayah tersebut, terdapat di Provinsi Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.


Hingga kini, pemerintah terus berupaya menekan kasus dengan terus melakukan biosecurity, testing, vaksinasi, pengobatan dan pemotongan bersyarat, dan mengharapkan masyarakat untuk sadar serta peduli pada wabah PMK, dan bersama-sama menanggulanginya dengan menerapkan biosecurity.


Kasus PMK yang ada di Jatim diharap akan terus menurun. Supaya para peternak akan segera bangkit untuk perbaikan perekonomiannya.


Editor:

Metropolis Terbaru