• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 27 September 2022

Pemerintahan

Bupati Pastikan Kualitas Hewan Kurban di Ponorogo

Bupati Pastikan Kualitas Hewan Kurban di Ponorogo
Bupati Ponorogo memastikan bahwa hewan yang beredar di wilayahnya secara kualitas terjaga. (Foto: NOJ/HMp)
Bupati Ponorogo memastikan bahwa hewan yang beredar di wilayahnya secara kualitas terjaga. (Foto: NOJ/HMp)

Ponorogo, NU Online Jatim

Upaya dalam mengantisipasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) dilakukan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Salah satunya dengan menggelar cek poin, serta penyekatan arus lalu lintas hewan ternak yang masuk di wilayah setempat.


Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan pihaknya telah memulai cek poin pada Senin (16/05/2022) di Pasar Pahing Jetis. Juga melakukan penyekatan khusus di titik perbatasan seperti Madiun dan Magetan.


"Pertama, cek poin. Kemarin di Pasar Pahing sudah kami lakukan pergerakan yang penting penyekatan khusus akan dilakukan di perbatasan dari arah Magetan dan Madiun," katanya Selasa (17/05/2022).


Selaras dengan hal tersebut Kang Giri sapaan akrabnya mengungkapkan, akan memfungsikan kembali Rumah Potong Hewan (RPH) pada bulan mendatang. 


"RPH ini segera kita fungsikan, insyaallah bulan depan sudah (berfungsi)," terangnya.


Peluncuran RPH tersebut dikemukakan bupati bahwa bukan tempat biasa, karena telah memenuhi kriteria dari banyak hal, Sehingga keberadaan RPH halal segera dapat diresmikan.


"Ini bukan RPH biasa namun sekaligus kami akan melaunching RPH yang sudah memenuhi kriteria apapun, termasuk kriteria halal harus segera kami bangun. Sehingga bersama-sama kita resmikan RPH halal. Dagingnya higienis, pemilihan sapinya berdasarkan pertimbangan kesehatan, dan yang juga penting cara menyembelih sesuai agama," jelasnya.


Hal di atas dilakukan tentunya agar kualitas pangan di Ponorogo dapat terjaga. Demikian juga daging yang dijual pada masyarakat tidak semata higienis, juga terjamin kehalalannya .


"Sehingga daging yang kita jual ke masyarakat tidak hanya halal, tidak hanya higienis untuk menjaga kualitas pangan kita," pungkasnya. (Adv)


Editor:

Pemerintahan Terbaru