• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Berbekal Pengalaman, Prof Mukri Siap Majukan UNU Blitar

Berbekal Pengalaman, Prof Mukri Siap Majukan UNU Blitar
Prof KH Mohammad Mukri, Rektor UNU Blitar periode 2022-2026. (Foto: NOJ/DLo)
Prof KH Mohammad Mukri, Rektor UNU Blitar periode 2022-2026. (Foto: NOJ/DLo)

Surabaya, NU Online Jatim

Akhirnya, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar memiliki rektor baru. Adalah Prof KH Mohammad Mukri resmi dilantik oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menjadi rektor periode 2022-2026. Acara dipusatkan di lantai 8 Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (22/04/2022).


Guru Besar Ushul Fiqih dan juga Ketua PBNU ini mengungkapkan kesiapannya. Dalam pandangannya, amanat yang diberikan sebagai rektor diterima karena kecintaan kepada NU.


“Bismillah, saya siap ditugaskan di UNU Blitar tidak lain untuk khidmah pada NU melalui dunia pendidikan,” ungkapnya kepada NU Online setelah pelantikan yang dihadiri oleh sejumlah pengurus PBNU di antaranya Sekjen PBNU, H Syaifullah Yusuf.


Dalam menjalankan tugas, ia akan berupaya untuk memajukan dan menata UNU Blitar sehingga menjadi perguruan tinggi yang diharapkan semua pihak khususnya PBNU dan warga NU. Dengan pengalaman sebelumnya menjadi rektor selama puluhan tahun di UIN Raden Intan Lampung, Prof Mukri sudah memahami dinamika di perguruan tinggi sehingga berbagai persoalan yang terjadi ia harapkan bisa dikondisikan dengan baik.  


“Karena UNU Blitar memang masih dalam awal pertumbuhan, saya harapkan semua kompak saling bersinergi untuk mendorong terselenggaranya pendidikan di UNU Blitar yang keren sesuai harapan semua pihak,” harapnya.


Berkat pengalaman Prof Mukri sebagai sosok rektor yang sudah dilantik empat kali sejak UIN Raden Intan berstatus sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ini, Ketua PBNU Gus Yahya sempat menambahkan kata ‘Rektor’ di tengah namanya menjadi Prof Mohammad ‘Rektor’ Mukri.


Dua Pesan Ketum PBNU

Gus Yahya berpesan dua hal kepada Prof Mukri yakni pertama, bahwa tujuan NU menyelenggarakan perguruan tinggi adalah untuk mendidik anak bangsa.


“Bukan untuk gaya-gayaan dan untuk gengsi jabatan apalagi  untuk mendapatkan sumber pemasukan keuangan,” katanya.

  

Kedua, Gus Yahya menilai bahwa sistem pendidikan di Indonesia cenderung belum maksimal dalam mencapai tujuan berupa menyiapkan peserta didik memasuki pasar kerja. Perguruan tinggi hanya bisa menghasilkan sumber daya manusia lulusan sementara lapangan kerja terbatas.


Metropolis Terbaru