• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Metropolis

Covid-19 belum Berakhir, Pengajian Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Covid-19 belum Berakhir, Pengajian Tetap Terapkan Protokol Kesehatan
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim saat mengisi pengajian di Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto, Jumat (04/12/2020) malam. (Foto: NOJ/ Ya' Muhamad Alfatih).
KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jatim saat mengisi pengajian di Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto, Jumat (04/12/2020) malam. (Foto: NOJ/ Ya' Muhamad Alfatih).

Mojokerto, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Bahkan beberapa daerah kembali menjadi zona merah meski sebelumnya sempat berada di zona hijau dan orange.

 

Kondisi ini menjadi peringatan kepada semua pihak untuk tetap waspada. Sehingga upaya-upaya pencegahan harus selalu dilakukan. Diantaranya dengan disipilin penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

 

Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Mojokerto saat melaksanakan pengajian rutin selapanan di Masjid Agung Al-Fattah kota setempat, Jumat (04/12/2020) malam. Kegiatan yang menghadirkan KH Marzuki Mustamar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini merapkan Prokes.

 

Ketua LDNU Kota Mojokerto, Muhammad Ali Fahruddin menyampaikan, sebelum menggelar pelaksanaan kegiatan, pihaknya sudah melaporkan rencana acara pengajian kepada Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan setempat.

 

"Panitia tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat kepada jamaah yang akan hadir di acara pengajian. Sebelum masuk, jamaah diwajibkan pakai masker, cuci tangan, cek suhu tubuh, dan masuk ruang sterilisasi," katanya.

 

Protokol ketat ini juga dengan menjaga jarak antar jamaah. Hal ini dilakukan untuk mencegah klaster pengajian dalam kasus penyebaran Covid-19.  Muhammad Ali Fahruddin berharap setiap kegiatan NU harus menerapkan Prokes. "Itu penting, karena salah satu tokoh besar NU kita terkena virus tersebut, semoga itu menjadi perhatian buat kita pentingnya menjaga kesehatan", imbuhnya.

 

Sementar itu, dalam kegiatan tersebut Banser juga ikut andil melakukan pengamanan. Tujuan pengamanan ini untuk memastikan kelancaran acara serta mengawal penerapan Prokes. "Kita diminta panitia, yang dalam hal ini adalah LDNU Kota Mojokerto untuk mengamankan jamaah serta mengawal kedatangan Kiai Marzuki," kata Choiron, Biro Kegiatan Banser Kota Mojokerto. 

 

Dalam pelaksanaan pengamanan dan menjaga protokol kesehatan, Banser juga bekerja sama dengan Pengurus Ranting Kauman, Kota Mojokerto. "Kita melibatkan pengurus setempat, yaitu ada Pengurus Ranting Kauman Kota Mojokerto," tambahnya. 

 

 

Menjaga kekompakan dan kedisiplinan dari seluruh anggota Banser merupakan harapan dalam pengamanan dari setiap kegiatan. "Kami berharap untuk sahabat Banser keseluruhan, yang diminta hanya kekompakan. Yang penting satu komando, dan juga sesuai prosedur yang sudah ada," pungkasnya. 

 

Penulis: Ahmad Rofi’i/ Ya' Muhamad Alfatih

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru