• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Empat Hal yang Harus Jadi Perhatian NU Jelang Satu Abad

Empat Hal yang Harus Jadi Perhatian NU Jelang Satu Abad
Ketua PBNU, Muhammad Nuh. (Foto: NU Online)
Ketua PBNU, Muhammad Nuh. (Foto: NU Online)

Surabaya, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Muhammad Nuh mengatakan ada empat hal yang harus diperhatikan Nahdlatul Ulama jelang satu abad. Empat hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk dibahas dalam sidang komisi pada Muktamar ke-34 NU mendatang.

 

Pertama, adalah terkait dengan bonus demografi. Mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Muslim, dan mayoritas umat Islam di Indonesia merupakan warga NU. Dari jumlah tersebut, mayoritas bonus demografi merupakan pemuda NU yang harus dididik dan diarahkan agar bermanfaat untuk bangsa dan agama.

 

“Jika tidak dikelola dengan baik, nanti anak muda bukan menjadi bonus, namun menjadi disaster (bencana) karena tidak berkualitas,” tegas Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-34 NU itu dikutip dari NU Online, Jum’at (26/11/2021).

 

Kedua, ialah teknologi digital. Hal ini sangat vital di era modern karena setiap individu membutuhkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Perubahan zaman berupa derasnya perkembangan teknologi digital harus dihadapi dan dikuasai warga NU, guna mempermudah aktivitas sehari-hari.

 

“Dulu saat bahtsul masail kita tinggi-tinggian kitab, sekarang cukup simpan, dan buka di gadget," ujar mantan Menteri Pendidikan itu.

 

Ketiga, adalah mobilitas vertikal atau peralihan individu dari satu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya. Ia menjelaskan, NU merupakan organisasi besar dan akan terus tumbuh, sehingga perlu dipersiapkan sumber daya manusia yang bagus demi menjadi rumah besar Nahdliyin.

 

“Dulu mencari professor (NU) susah banget, sekarang profesor sudah banyak. Dengan SDM yang mumpuni, NU akan menjadi rumah yang besar bagi Nahdliyin,” imbuhnya.

 

Keempat, adalah perubahan iklim yang menjadi tanggung jawab setiap individu. Sebab, mayoritas masyarakat Indonesia merupakan Nahdliyin, maka NU perlu memikirkan soal pengentasan persoalan tersebut.

 

Ia pun berharap, agar segenap pengurus dan warga NU bisa memberi sumbangsih pemikiran strategis demi nasib NU ke depan dan kemaslahatan bersama.

 

“Kita ingin tidak hanya institusi perguruan tinggi, namun pondok pesantren dan lembaga kajian juga dapat memberikan gagasan terkait NU 100 tahun ke depan,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru