• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Empat Tipe Manusia dan Kemanfaatannya Menurut Ning Widad dan Gus Amak

Empat Tipe Manusia dan Kemanfaatannya Menurut Ning Widad dan Gus Amak
Ning Widad dan Gus Amak. (Foto: NOJ/Boy)
Ning Widad dan Gus Amak. (Foto: NOJ/Boy)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ning Widad Bariroh, Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah Pasuruan melalui akun Instagramnya @widad_bariroh Senin (08/08/2022) menuliskan empat tipikal manusia dan kemanfaatanya dalam hidup. 

 

“Umurnya panjang tapi kemanfaatannya sedikit dirasakan, sangat sayang sekali. Lalu umurnya pendek, ditambah lagi kemanfaatan yang diberikan juga sedikit.
Na’udzubillah, kita mohon pada Allah agar dijauhkan dari hal ini,” tulisnya di akun Instairam yang telah diikuti oleh lebih dari 24 ribu pengikut itu.

 

Pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Timur itu kemudian menyebutkan tipe yang ketiga adalah umurnya panjang dan manfaatnya pun besar, kontribusinya untuk umat dapat dirasa dengan nyata. 
 

“Dan yang terakhir adalah umurnya pendek, tapi kemanfaatannya banyak sekali. Kalaupun takdir kami demikian dengan umur, ya Allah, wafatkan kami sebagai orang yang penuh kemanfaatan,” harapnya.

Menurut Ning Widad Bariroh, umur adalah ranah Allah, tapi kemanfaatan sebesar apa yang bisa diberikan adalah ranah ikhtiar manusia. Ia lantas bertanya kepada suaminya, Gus M Nailurrohman. 


“Manfaat itu apa? Apakah harus dirasakan orang lain? Apa boleh mengatakan ‘ini manfaat bagi diri saya sendiri?,” tanyanya kepada suaminya.

 

Pria yang juga menjabat sebagai ketua Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jatim itu lantas menjawab, manfaat berkaitan untuk orang lain. Kalau membenarkan manfaat untuk diri sendiri bisa dikatakan manfaat yang muncul nanti sisi egois manusia.


“Menjadi manfaat itu berat, karena yang dilawan adalah maksiat. Orang yang sepanjang waktunya dipakai untuk berpikir kemanfaatan, akan tidak punya cukup waktu untuk melakukan kemaksiatan,” tutup Gus Amak.


Metropolis Terbaru