• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Metropolis

GP Ansor Sidoarjo Gelar Pengajian di Makam Almaghfurlah KH Khozin Manshur

GP Ansor Sidoarjo Gelar Pengajian di Makam Almaghfurlah KH Khozin Manshur
MDS Rijalul Ansor Sidoarjo. (Foto: NOJ/Haikal)
MDS Rijalul Ansor Sidoarjo. (Foto: NOJ/Haikal)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Sejumlah cara bisa dilakukan untuk memupuk semangat kader dan juga memperkuat ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an- Nahdliyah di kalangan nahdliyin. Seperti kegiatan yang dilaksanakan oleh Majlis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo.

 

Kegiatan shalawat dan pengajian kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al Ghazali ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara istikamah dan berkeliling di makam-makam wali dan ulama di kawasan Kabupaten Sidoarjo. 

 

Kali ini gelaran kegiatan tersebut bertempat di makam ulama yakni makam pengasuh di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Putat, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, yaitu Almaghfurlah KH Khozin Manshur. 

 

Almaghfurlah Kiai Khozin adalah putra dari Almaghfurlah Kiai Manshur, dan menurut penuturan dari dzurriyahnya yakni KH Abdul Wachid Harun, Kiai Khozin pernah menuntut ilmu di Tebuireng di bawah asuhan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. 

 

"Kiai Khozin adalah salah satu santri kesayangan dari Mbah Hasyim. Dan Kiai Khozin pernah diutus untuk membantu mengajar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang. Pada tahun 1985 Kiai Khozin mendirikan pondok pesantren di Desa Putat, Tanggulangin, Sidoarjo yaitu Pondok Pesantren Mambaul Hikam," kata KH Abdul Wachid Harun. 

 

Kiai Abdul wachid Harun juga menceritakan perkembangan Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Putat, Tanggulangin. Bahkan setelah wafatnya Almaghfurlah Kiai Khozin. Tak lupa ia juga mengapresiasi dan berpesan kepada kader-kader Ansor yang mengikuti pengajian tersebut.

 

"Pondok Pesantren ketika didatangi kader-kader Ansor itu semangat, gelora kami dari Mbah Wahab itu menggebu gebu. Kader Ansor dalam berdakwah juga tidak boleh kalah, kita tidak boleh selamanya menunggu dan mejadi penjaga gawang, kita harus bisa menjadi striker agar tidak kalah dengan ormas yang lainnya," terangnya. 

 

Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Rizza Ali Faizin mengatakan bahwa cara mengaji MDS Rijalul Ansor tersebut adalah ciri khas nahdliyin. Dengan begitu berkah serta sanad keilmuan dapat terus tersambung. 

 

"Kegiatan seperti ini yang membedakan kita dengan ormas radikal, Ansor adalah generasi penerus NU di masa depan, ya disini. Saya berpesan agar jadi kader Ansor yang totalitas, tidak nanggung dan tidak setengah-setengah," ungkapnya. 

 

Dirinya berharap kegiatan rutin seperti MDS Rijalul Ansor ini lebih digiatkan lagi di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan pimpinan ranting (PR).

 

“Ngaji Ansor hari ini tidak hanya untuk saat ini saja, melainkan untuk menyiapkan kader-kader NU di masa depan,” pungkasnya.

 

Penulis: Muhammad Haikal Zilfa Arrahman

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru