• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 3 Oktober 2022

Metropolis

Gubernur Khofifah Buka Muswil IKA PMII Jatim

Gubernur Khofifah Buka Muswil IKA PMII Jatim
Gubernur Jawa Timur saat membuka Muswil II IKA PMII Jatim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Gubernur Jawa Timur saat membuka Muswil II IKA PMII Jatim. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) II, Ahad (09/01/2022). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya ini dibuka langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

 

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa hendaknya kader dan alumni PMII menyelaraskan hal-hal yang diketahui dan membuncah di dalam pikiran dengan gerakan yang nyata.

 

“Teori hasil dari bacaan tersebut hendaknya diselaraskan dengan gerakan yang dilakukan,” ujarnya.

 

Dirinya kemudian bercerita perihal pertemuannya dengan sejumlah kader dan aktivis PMII di Jawa Timur. Dari pertemuan tersebut ia menilai kader PMII terlalu asyik dengann referensi buku bacaan karya sekaliber Karx Malx, Vladimir Ilyich Ulyanov atau Lenin, dan sebagainya.

 

“Namun, hal itu tidak membuatkan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang suatu persoalan,” katanya. 

 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU ini mengaku relatif hafal dengan buku Karl Marx. Mulai dari bagaimana Marx dari Jerman pindah ke Inggris, hingga kemudian datang ke Liverpool yang kala itu merupakan revolusi industri pertama di dunia.

 

Kemudian Marx mengalami proses alienasi dari dirinya sendiri dan dari lingkungannya. Bahkan, Marx juga teralienasi dari produk yang ia ciptakan sendiri kala itu.

 

“Saya di FISIP Unair yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang diizinkan mempelajari teori Karl Marx tahun 1984. Dari proses yang begitu longgar inilah saya relatif hafal soal Karl Marx,” imbuhnya.

 

Kemudian Gubernur Khofifah menyebutkan, bahwa kondisi hari ini banyak kader PMII yang menggunakan celana sobek di bagian lututnya. Padahal, celana-celana tersebut dibeli dari jerih payah orang tua menjual padi.

 

“Saya ketemu mereka, termasuk di luar Jawa. Saya tanya kenapa celananya kok digunting? Mereka menjawab, kita ini anti establishment, begitu jawabnya,” ucap Khofifah.

 

Untuk itu, dirinya meminta agar hal demikian selanjutnya diperbaiki. Menurutnya, hendaknya setiap hal yang ada dalam pikiran dapat diaktualisasikan secara matang dalam bentuk gerakan nyata. Maka, hal yang perlu dilakukan perbaikan dalam banyak sisi.

  

“Karena ini adalah pergerakan mahasiswa, maka gerakannya dipandu oleh nilai-nilai. Mari hal ini kita benahi bersama, mulai pembenahan modul, kurikulum, hingga yang lainnya,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru