• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Metropolis

Gus Kikin Ajak Introspeksi dan Tekankan Pentingnya Pola Asuh Anak

Gus Kikin Ajak Introspeksi dan Tekankan Pentingnya Pola Asuh Anak
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Pj Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ/ MR)
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Pj Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ/ MR)

Surabaya, NU Online Jatim

Penjabat (Pj) Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengajak semua pihak untuk melakukan introspeksi dan evaluasi secara berkelanjutan atas peristiwa meninggalnya seorang santri di salah satu pesantren di Kediri.

 

“Semoga ini menjadi tragedi terakhir yang terjadi di lingkungan pesantren,” ujar Gus Kikin di Jombang, Ahad (03/03/2024).

 

Ia menyebutkan, perubahan perilaku di kalangan remaja saat ini seringkali menimbulkan ‘kejutan-kejutan’ yang tidak terbayangkan sebelumnya. Hal ini salah satunya tidak bisa dilepaskan dari pola pengasuhan di lingkungan keluarga dalam era digital.

 

“Sadar atau tidak, banyak orang tua yang menjadikan gawai sebagai ‘baby sitter’ bagi anak-anak mereka sejak usia balita. Akibatnya, tidak sedikit yang meniru perilaku kekerasan dari apa yang mereka tonton di gawai tersebut,” ucapnya.

 

Cicit Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, ini menambahkan, bahwa kondisi demikian tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para pengurus dan pengasuh pesantren.

 

Sebab itu, pengelola pesantren juga harus selalu adaptif dan melakukan langkah antisipasi terhadap berbagai perkembangan dan perubahan yang ada di tengah-tengah masyarakat, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan perilaku remaja.

 

“Tentu dengan tetap menjadikan nilai-nilai luhur pesantren sebagai inspirasi dan pedoman dalam membimbing keseharian para santri,” tegasnya.

 

Menyoal peristiwa yang menimpa Bintang Balqis Maulana (14 tahun) yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan seniornya di sebuah pesantren di Kediri pada 23 Februari 2024 lalu.

 

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengajak semua pihak untuk mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

 

“Kita semua tentu sangat prihatin dengan peristiwa yang terjadi pada Ananda Bintang. Kita doakan yang terbaik untuk almarhum,” tandasnya.


Metropolis Terbaru