• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 15 Agustus 2022

Metropolis

Gus Reza: Doa Mengandung Energi Optimisme dan Harapan

Gus Reza: Doa Mengandung Energi Optimisme dan Harapan
KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza, Wakil Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ).
KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza, Wakil Ketua PWNU Jatim. (Foto: NOJ).

Surabaya, NU Online Jatim

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Reza Ahmad Zahid menyampaikan, bahwa berdoa merupakan hal yang penting dilakukan di masa pandemi. Karena, doa mengandung energi optimisme dan harapan yang bisa memberi dampak positif bagi setiap orang.

 

"Jangan sampai bosan berdoa meminta kepada Allah supaya kita semua bisa menjalani dan melalui semua cobaan ini," ujarnya saat memberi Tausiah pada acara Pembacaan Shalawat Nariyah dan Doa Untuk Keselamatan Bangsa dari Wabah, Senin (05/07/2021) malam, dilansir NU Online.

 

Lebih lanjut, mengutip nasihat dari Al-Habib Salim As-Syatiri, dirinya mengatakan barang siapa yang membaca istighfar dengan kalimat sederhana sebanyak 1000 kali dengan istiqamah, maka Allah akan cukupkan kehidupannya. 

 

"Simpelnya, bacalah astagfirullahal 'adzim 1000 kali selama satu tahun dengan istiqomah, karena dengan mendawamkannya (melanggengkannya) insyaallah kita akan diberi kecukupan oleh Allah SWT," ungkap Gus Reza, sapaan akrabnya.

 

Selain itu, menurut Gus Reza, sabar dan ikhtiar perlu dijadikan sebagai prioritas utama di tengah situasi pandemi yang belum mereda. Segala cobaan dan ujian pandemi ini hendaknya dapat disikapi dengan bersabar dan berikhtiar melalui amalan-amalan baik seraya berhusnudzon kepada Allah SWT. 

 

"Ketika kita menyikapi semuanya dengan penuh kesabaran dan ikhtiar yang dihiasi amal saleh, insyaallah kita akan menjadi umat yang lulus dari ujian ini," imbuhnya.

 

Persebaran virus juga merupakan ujian yang wajib dihadapi untuk lebih mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Karenanya, ketika mendapatkan ujian dan kesusahan hendaknya tidak terlena dalam kesedihan yang justru membuat jauh dari Allah SWT. Sebab, dalam kesabaran terdapat ganjaran atau derajat yang lebih baik dan setimpal.

 

"Kita husnudzan saja, berbaik sangka kepada Allah atas apa yang telah diberikan-Nya. Ketika cobaan yang diberikan semakin besar berarti apa yang akan diberikan oleh Allah kepada kita akan semakin besar," pintanya. 

 

Kondisi ini memang membuat banyak orang berada dalam situasi sulit. Namun, jangan sampai kesulitan hidup akibat pandemi dijadikan alasan untuk terus meratap dan mengeluh. Akan lebih baik, tambah Gus Reza, apabila momentum ini dijadikan media muhasabah diri agar menjadi lebih tahu dan paham tuntunan agama dan perlunya beragama.

 

 

"Barang siapa yang ridha dengan cobaan Allah kepada dirinya maka dia akan mendapatkan keridhaan dari Allah," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Al Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, Jawa Timur ini.

 

Ia berharap, dengan mengambil hikmah adanya wabah virus Corona, tingkat kesabaran dan keikhlasan terus menguat. Sehingga terhindar dari sikap putus asa dan bersedih hati.


Metropolis Terbaru