• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Metropolis

Harapan Ketua PCNU Bawean soal Penetapan Struktur PBNU

Harapan Ketua PCNU Bawean soal Penetapan Struktur PBNU
Ketua PCNU Bawean, Kiai Muhammad Fauzi Ra'uf (Foto: NOJ/Aminuddin)
Ketua PCNU Bawean, Kiai Muhammad Fauzi Ra'uf (Foto: NOJ/Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean menyatakan beberapa usulan terkait komposisi struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang bakal disusun oleh tim formatur usai Muktamar ke-34 di Lampung.

 

Hal ini dianggap perlu untuk diusulkan demi pengurus yang betul-betul mumpuni utamanya di Badan Pengurus Harian (BPH). Sebab, BPH menjadi ujung tombak roda organisasi terbesar ini selama periode berjalan.

 

"Tanpa bermaksud mendahului keputusan dewan formatur penyusunan struktur PBNU masa khidmat 2021-2026. Yang pasti akan didasarkan pertimbangan yang matang, baik dari segi keagamaan, kebangsaan dan organisasi, secara lahir maupun batin. Maka sebagai warga dan pengurus NU di daerah, bolehlah berharap beberapa usulan," ungkap Kiai Muhammad Fauzi Ra'uf, Ketua PCNU Bawean kepada NU Online Jatim, Sabtu (08/01/2022).

 

Ia berharap, pengurus harian PBNU, terutama di posisi penting dan strategis, seperti Sekretaris Jenderal (Sekjend) dan bendahara haruslah ditempati orang yang memiliki wawasan, network dan akses kerja yang luas terhadap seluruh elemen masyarakat, lintas golongan, lintas partai, secara nasional maupun internasional.

 

"Harus memiliki integritas moral yang baik, tidak berpotensi membawa PBNU ke wilayah abu-abu, praktik premanisme politik, sehingga tetap bisa memastikan NU pada posisi 'Maqaman Mahmuda'," ujarnya.

 

Kiai Fauzi juga berharap, pengurus harian PBNU hendaknya memiliki waktu yang cukup serta tidak sedang pada posisi jabatan publik, sehingga bisa lebih fokus mengurusi NU.

 

Ia menyakini penetapan kelengkapan struktur PBNU mesti disikapi dengan bijak dalam memilih dan menetapkan pengurus.

  

"Insyaallah, tim formatur yang sedang bekerja menyusun kelengkapan kepengurusan lebih arif dan bijaksana dalam memilah dan memilih siapa saja yang akan masuk dalam komposisi tersebut," tandasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru