• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Metropolis

Harlah Ke-99 NU

Harlah Ke-99 NU Dipusatkan di Madura, Ikhtiar Kembalikan Fanatisme Jamaah

Harlah Ke-99 NU Dipusatkan di Madura, Ikhtiar Kembalikan Fanatisme Jamaah
Rapat persiapan Harlah ke-99 NU oleh PWNU Jatim yang akan dipusatkan di Madura. (Foto: Media Center PWNU Jatim)
Rapat persiapan Harlah ke-99 NU oleh PWNU Jatim yang akan dipusatkan di Madura. (Foto: Media Center PWNU Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim

Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur akan dipusatkan di Madura. Hal tersebut sebagai ikhtiar untuk mengembalikan fanatisme positif bagi warga NU, khususnya di Pulau Garam sebagai tempat kelahiran guru para pendiri (muassis) NU, yakni Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif.

 

Nahdlatul Ulama yang didirikan pada 16 Rajab 1344 Hijriyah telah mencapai usia 99 tahun. Sementara dalam hitungan kalender Masehi, kelahiran NU bertepatan dengan 31 Januari 1926 dan telah menapak usia ke-96 tahun.

 

"Sebenarnya, ide untuk mengambil spirit NU dari Madura telah kami siapkan dua tahun lalu. Bahkan, PWNU Jawa Timur telah membentuk tim ad-hoc dan telah melakukan koordinasi dengan PCNU se-Madura. Tapi, memang ada pandemi Covid-19 sehingga baru kita laksanakan tahun ini," tutur KH Abdussalam Shohib, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, Rabu (09/02/2022).

 

Menurut Gus Salam, dalam rapat koordinasi dengan PCNU di Madura, telah difokuskan pada dua hal. Pertama, mengembalikan kesadaran kolektif dan fanatisme positif, serta penekanan perhatian pada warga Nahdliyin di Madura.

 

“Mengingat, secara sosial masih terpinggirkan oleh sistem, baik masalah pendidikan, ekonomi, budaya dan sumber daya manusia,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang,

 

Kedua, merumuskan peta jalan NU di Madura berbasis data ilmiah untuk mengetahui faktor-faktor pergeseran utama masyarakat di Madura terhadap NU. Karena sejak awal berdirinya, NU telah menjadi bagian penting dari masyarakat Madura, sebab para ulama di Nusantara sebagian besar belajar di Madura, tepatnya pada Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan.

 

"Dulu, bahkan bila seseorang di Madura ditanya soal agamanya, dijawab: NU. Karena, secara umum dan sebagian besar masyarakat di Pulau Garam memeluk Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah yang diajarkan NU," tutur Gus Salam.

 

Namun, masyarakat di Madura kini mengalami pergeseran nilai dan budaya. Meskipun nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, seperti Tasamuh (toleran), Tawasuth (jalan tengah/moderat), Tawazun (seimbang) dan I'tidal (tegak lurus) tetap diajarkan di pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan di lingkungan NU.

 

"Tapi, bagi masyarakat Madura secara umum telah mengalami pergeseran. Hal ini, agaknya disebabkan banyak faktor di tingkat akar rumput, tak sepenuhnya seperti dulu lagi. Inilah faktor-faktor yang kami cari agar bisa menentukan arah ke depan dari program-program NU," katanya.

 

Persiapan Agenda Harlah

Guna melaksanakan rangkaian acara Harlah ke-99, PWNU Jawa Timur telah mengadakan rapat persiapan pada Selasa (08/02/2022). Rapat ini diikuti jajaran pengurus harian PWNU Jatim, lembaga dan badan otonom NU, serta PCNU Madura Raya. Rapat dipimpin langsung KH Abd A'la, Wakil Ketua PWNU Jatim yang juga pimpinan Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep.

 

Dalam rapat terungkap sejumlah agenda, meliputi, ziarah muasis NU yang digelar di 8 titik se-Jawa Timur, pada Sabtu 12 Februari. Di antaranya, Makam Syaikhona Kholil Bangkalan dan para muassis di PCNU di Madura. Selain itu, juga di Tebuireng, Denanyar, Rejoso, dan Tambakberas, Jombang. Makam para muassis NU lain, seperti di Surabaya, Gresik, Nganjuk, Kediri, Malang, Situbondo, Probolinggo, Jember dan sejumlah kota juga jadi sasaran ziarah.

  

Di Surabaya, misalnya, sebagai kota kelahiran NU, terdapat makam sejumlah tokoh seperti KH Ridlwan Abdullah (pencipta lambang NU), KH Mas Alwi bin Abdul Aziz, H Hasan Gipo (Presiden NU), dan tokoh lainnya.

 

Selain itu, dalam agenda yang akan berlangsung mulai tanggal 08-28 Februari 2022 ini akan dilaksanakan pengibaran bendera NU serentak pada 14 Februari 2022.


Metropolis Terbaru