• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Madura

Harlah Ke-99 NU, LKNU Sumenep Gelar Sekolah Kesehatan

Harlah Ke-99 NU, LKNU Sumenep Gelar Sekolah Kesehatan
Kegiatan Sekolah Kesehatan oleh PC LKNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)
Kegiatan Sekolah Kesehatan oleh PC LKNU Sumenep. (Foto: NOJ/ Firdausi)

Sumenep, NU Online Jatim

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Sumenep menggelar Sekolah Kesehatan tingkat mahir dengan tema ‘Revitalisasi Tenaga Kesehatan Masyarakat di Tengah Pandemi’. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringati Hari Lahir (Harlah) ke-99 NU itu dipusatkan di Pondok Pesantren KH Abi Sudjak, Kecamatan Kota, Sumenep, Ahad (06/02/2022).

 

Pengurus LKNU Sumenep, dr Slamet Riyadi menjelaskan, bahwa pelatihan ini bagian tindak lanjut dari kegiatan pelatihan sebelumnya. Sehingga peserta pelatihan akan siap melaksanakan kebijakan NU di bidang kesehatan.

 

“Pelatihan yang pertama dan kedua ini bentuk dari kepedulian NU terhadap kesehatan warga, terutama di musim penghujan. Barangkali pengobatan herbal dan thibbun nabawi bisa menjadi solusi bagi warga yang enggan berobat ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) atau pun ke klinik,” ujarnya.

 

Di kesempatan yang sama, Kholifi selaku pengurus LKNU Sumenep lainnya mengutarakan, kegiatan ini khusus pengembangan pengobatan thibbun nabawi melalui teknik suwuk, bekam dan herbal.

 

“Selain itu, teknik pengobatan metode ruqyah, bekam, gurah, herbal dan refleksi akan mengobati segala gangguan medis maupun non medis,” terangnya.

 

Dijelaskan, suwuk merupakan pengobatan tradisional yang menggunakan doa-doa Al-Qur’an dan ditiupkan ke air, serta menggunakan beberapa ramuan khusus dari tumbuh-tumbuhan, hingga saat ini masih diminati oleh warga pedesaan.

 

“Barangkali lewat bekam yang bisa melancarkan peredaran darah, meningkatkan imunitas dan merangsang saraf, menjadi solusi bagi warga desa,” ungkap pria asal Desa Payudan Nangger, Guluk-Guluk, Sumenep itu.

 

Dirinya pun berharap, agar dakwah yang ia lakukan tersebut bermanfaat untuk semua. Serta dapat semakin mengenalkan Al-Qur’an sebagai kitab obat dari segaka penyakit.

 

“Semoga dakwah yang kami lakukan bisa mengenalkan Al-Qur’an sebagai obat dari semua penyakit. Hanya Allah lah yang akan menyembuhkan setiap manusia, kami hanya perantara saja,” tandasnya.


Madura Terbaru