• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 6 Oktober 2022

Madura

Gelar Konfercab, Pagar Nusa Sampang Diminta Satu Komando

Gelar Konfercab, Pagar Nusa Sampang Diminta Satu Komando
PC PSNU Pagar Nusa Sampang saat menggelar Konferensi Cabang dan Pelantikan PAC Pagar Nusa se-Kabupaten Sampang. (Foto: NOJ/ Fahromi Nashihuddin)
PC PSNU Pagar Nusa Sampang saat menggelar Konferensi Cabang dan Pelantikan PAC Pagar Nusa se-Kabupaten Sampang. (Foto: NOJ/ Fahromi Nashihuddin)

Sampang, NU Online Jatim

Konferensi Cabang (Konfercab) dan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa se-Kabupaten Sampang digelar pada Sabtu (05/02/2022). Kegiatan tersebut dipusatkan di Yayasan Pendidikan dan Sosial MAS Raudlotut Tullab, Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, Sampang.

 

Kegiatan yang mengusung tema 'Dengan Semangat Perjuangan, Kita Kukuhkan Kebersamaan dalam Bingkai Satu Komando untuk Kejayaan Pagar Nusa' digelar terbatas. Sebanyak 50 orang berikut delapan PAC PSNU Pagar Nusa hadir dalam acara tersebut.

 

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) PSNU Pagar Nusa Jawa Timur, H Muchid menyampaikan, Pagar Nusa harus satu komando apabila ada permasalahan. Upayakan persoalan tersebut diselesaikan dengan musyawarah.

 

“Jangan mudah terprovokasi oleh media sosial dan isu-isu yang menyebabkan terjadinya perpecahan di tubuh Pagar Nusa,” ujarnya.

 

Dirinya menyarankan, agar PC PSNU Pagar Nusa Sampang mengakomodir perguruan lokal untuk bergabung dengan Pagar Nusa.

 

Ia menambahkan, sebagai badan otonom NU, Pagar Nusa hendaknya mematuhi semua aturan dalam Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Diharapkan, Pagar Nusa di Sampang segera dikembangkan ke semua wilayah dan semua tingkatan.

 

“Mulai dari di tingkat Cabang, Anak Cabang, Ranting dan Rayon,” tegas H Muchid.

 

Disampaikan pula, hendaknya pesilat Pagar Nusa tidak membentuk komunitas-komunitas yang mengarah pada ego. Sehingga tidak mematuhi komando dari pengurus resmi. Hal itu dilakukan supaya tidak terjadi pertikaian seperti di sebagian Jawa Timur di bagian barat.

 

"Semua aliran yang tergabung dalam Pagar Nusa harus mengikuti instruksi dari pengurus dan sebisanya berorganisasi dengan baik agar tidak muncul raja-raja kecil yang mirip dengan padepokan. Karena itulah penyebab terjadinya miskomunikasi dan miskoordinasi," ungkapnya.

 

Plt Ketua Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Sampang, Moh Wahyudi menekankan agar semua anggota Pagar Nusa agar tidak mudah terprovokasi oleh hasutan. Sebab, menurutnya hasutan tersebut tujuannya untuk memecah belah Pagar Nusa.

 

“Segala macam isu yang tidak baik harus mengutamakan tabayyun. Juga diperlukan duduk bersama untuk bermusyawarah dalam mengambil keputusan," jelasnya.

 

Ia juga berharap, melalui Konfercab ini akan terpilih pemimpin yang jujur, amanah, dan melayani. Menurutnya, melayani sebagai bentuk khidmat dan bakti ikhlas tanpa mengandung kepentingan.

 

"Sedangkan pemimpin yang menguasai lebih berorientasi pada kepentingan yang memanfaatkan Pagar Nusa sebagai pijakan untuk mencari keuntungan pribadi," terangnya.

  

Selain itu, Wahyudi juga menekankan agar PAC Pagar Nusa di Sampang tertib administrasi. "PC Pagar Nusa siap hadir mendampingi apabila ada masalah atau ada kesulitan dalam mengelola organisasi dan administrasi, serta kelembagaan," pungkasnya.


Madura Terbaru