• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Madura

Ra Azaim: Orang yang Zalim pada NU akan Hancur

Ra Azaim: Orang yang Zalim pada NU akan Hancur
KHR Azaim Ibrahimy atau Ra Azaim di acara MWCNU Nonggunong, Sapudi, Kabupaten Sumenep. (Foto: NOJ/Moh Khoirus Shadiqin)
KHR Azaim Ibrahimy atau Ra Azaim di acara MWCNU Nonggunong, Sapudi, Kabupaten Sumenep. (Foto: NOJ/Moh Khoirus Shadiqin)

Sumenep, NU Online Jatim

KH R Azaim Ibrahimy atau Ra Azaim, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, menuturkan bahwa Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang didirikan oleh wali Allah dan sanadnya jelas hingga sampai pada Nabi Muhammad SAW.  Barang siapa yang berani berbuat zalim kepada NU akan hancur dengan sendirinya.

 

Pernyataan itu ia sampaikan pada acara bertajuk Doa Barokah yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Nonggunong, Sapudi, Kabupaten Sumenep, Rabu (02/02/2022). "Siapa yang berani pada NU, akan hancur dengan sendirinya, " ungkapnya.

 

Cucu KHR As’ad Syamsul Arifin itu lantas menceritakan tentang cikal-bakal berdirinya NU. NU, kata dia, lahir atas restu KH Muhammad Cholil bin Abdul Lathif Bangkalan. Restu itu diisyaratkan dengan tongkat dan tasbih yang dibawa KH R As’ad Syamsul Arifin dari Bangkalan dan kemudian diserahkan pada Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, Jombang.

 

"Kiai As'ad yang membawa tongkat dan tasbih itu dari Bangkalan," ujarnya.

 

Ia mengatakan bahwa tongkat yang dibawa itu bukan tongkat biasa. Di dalamnya terdapat banyak rahasia dan isyarat yang tidak dijelaskan dengan mudah. “Jam’iyah NU didirikan oleh para ulama yang sanad keilmuannya jelas. Ada beberapa rahasia dalam isyarat tersendiri dari sebuah tongkat dan tasbih yang disertai Asma Allah, Ya Jabbar Ya Qahhar,” imbuhnya.

 

Karena itu, Ra Azaim meminta Nahdliyin untuk senantiasa membaca wirid tersebut dalam setiap kesempatan. Selain sebagai hadiah untuk para muassis, bacaan itu merupakan doa agar NU terus dilindungi oleh Allah SWT. “Jadikan Ya Jabbar Ya Qahhar sebagai wirid yang senantiasa selalu kita baca di setiap saat,” pungkasnya.


Madura Terbaru