• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 7 Oktober 2022

Metropolis

Remeh tapi Penting, Ini yang Dilakukan LTMNU Bawean

Remeh tapi Penting, Ini yang Dilakukan LTMNU Bawean
Pelatihan shalat oleh LTMNU Tambak, Bawean, Gresik. (Foto: NOJ/Aminuddin)
Pelatihan shalat oleh LTMNU Tambak, Bawean, Gresik. (Foto: NOJ/Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Bawean menggelar pelatihan shalat sempurna seperti tuntutan Nabi Muhammad SAW di kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tambak, Ahad (06/02/2022). Peserta pelatihan diikuti seluruh pengurus ranting setempat.

 

"Kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mensosialisasikan shalat dengan sempurna sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dan program ini merupakan anjuran dari Pengurus Pusat LTMNU," kata KH Nashiruddin selaku salah satu narasumber dalam pelatihan tersebut.

 

Sebelumnya, pengurus LTMNU Bawean sudah mengikuti pelatihan shalat sempurna di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk pembimbingan ke masyarakat yang dianggap banyak kesalahan dalam melaksanakan shalat, sehingga penting untuk disosialisasikan.

 

"Banyak kekeliruan dalam praktek sholat di masyarakat seperti 'rukun qauli' dan 'rukun fi'li'. Dan yang harus dibenahi di masyarakat terutama bacaan-bacaan utamanya Fatihah, tatacara tahiyat dan rukun-rukun shalat lainnya, dengan merujuk pada imam empat madzhab, utamanya Imam Syafi'i," jelas Ketua Pimpinan Cabang Jam'iyatul Qurra' wal Huffadz (JQHNU) Bawean itu.

 

Sementara itu, Kiai Masidi, Ketua Pengurus MWCNU Tambak, menerangkan, di wilayahnya meski bermadzhab satu tak jarang beda-beda dalam melaksanakan praktik shalat, sehingga pelatihan semacam ini dianggap penting untuk para pengurus ranting agar disampaikan ke masyarakat.

 

"Sebenarnya setiap ranting itu berbeda-beda dalam tatacara shalat walaupun dalam satu madzhab, sebagaimana yang disampaikan oleh Pengurus LTMNU Bawean bahwa hal ini untuk menyeragamkan masyarakat sekaligus ingin memberikan pemahaman bahwa shalat yang benar begini," paparnya.


Metropolis Terbaru