• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Haul Banser Riyanto, Pemuda Diajak Teladani Kiprah Pendiri Ansor Mojokerto

Haul Banser Riyanto, Pemuda Diajak Teladani Kiprah Pendiri Ansor Mojokerto
Anggota Ansor Kota Mojokerto dan Gusdurian saat ziarah ke makam KH Achyat Halimy, Senin (28/12/2020) malam. (Foto: Ahmad Rofi)
Anggota Ansor Kota Mojokerto dan Gusdurian saat ziarah ke makam KH Achyat Halimy, Senin (28/12/2020) malam. (Foto: Ahmad Rofi)

Mojokerto, NU Online Jatim

Mempberi penghormatan kepada Riyanto, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang gugur dalam tragedi bom Natal tahun 2000 lalu di Gereja Eben Haezer Mojokerto tidak berlebihan. Sebab, aksi kemanusiaan yang dilakukan Riyanto memang patut diteladani semua kalangan.

 

Sebagai bentuk penghormatan, Anggota Ansor bersama Gusdurian Kota Mojokerto mengelar Haul Riyanto dengan berziarah ke makam KH Achyat Halimy di Jl KH Wachid Hasyim Mergelo, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Senin (28/12/2020) malam.

 

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor kota Mojokerto, Ahmad Saifulloh menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna menghormati perjuangan Riyanto. "Kegiatan ini kami peringati dengan berziarah ke makam KH sepuh Mojokerto agar kami tetap komitmen memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perjuangan yang dicontohkan para muassis Nahdlatul Ulama (NU)," terangnya.

 

Ia menceritakan bahwa KH Achyat Halimy merupakan tokoh kiai sepuh NU Kota Mojokerto. "Beliau merupakan pendiri Ansor Nahdlatul Oelama (ANO) yang sekarang dikenal sebagai Gerakan Pemuda Ansor Mojokerto," terangnya.

 

Saifulloh menjelaskan, Kiai Achyat Halimy wafat pada tahun 1991. Adapun peninggalannya diantaranya pesantren, sekolah, yayasan yatim piatu, dan rumah sakit. "Salah satunya ialah Pondok Pesantren Sabilul Mutaqin Kota Mojokerto dan Rumah Sakit Sakinah yang berada di Kabupaten Mojokerto," jelasnya.

 

Menurutnya, KH Achyat Halimy juga termasuk pendiri Laskar Hizbullah pada tahun 1943. Kala itu, KH Achyat Halimy bersama dengan sahabat-sahabatnya mendirikan Laskar Hizbullah Mojokerto, "Beliau menjadi tim pembantu umum yang bertugas melakukan koordinasi antar anggota laskar dengan berbagai kalagan saat perang revolusi. Dikemudian hari Laskar Hizbullah Mojokerto ini menjadi laskar yang paling kuat diantara laskar-laskar lainnya," ungkapnya.

 

 

Ia berpesan pemuda perlu meneladani perjuangan tokoh NU guna menambah spirit berjuang pada masa sekarang. "Dengan itu kami bersama Ansor Kota Mojokerto akan lebih giat lagi dalam mengenalkan para pendiri serta tokoh NU ke masyarakat luas. Sementara ini kami sudah menginisiasi dalam penulisan buku sejarah Nahdlatul Ulama Mojokerto," tutupnya.

 

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru