• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 27 Juni 2022

Metropolis

Hebohnya Santri Bawean Dihibur Nasyid Arridwan dari Syria

Hebohnya Santri Bawean Dihibur Nasyid Arridwan dari Syria
Nasyid Arridwan Syria menghibur santri dan alumni Pesantren Hasan Jufri, Bawean, Gresik. (Foto: NOJ/Aminuddin)
Nasyid Arridwan Syria menghibur santri dan alumni Pesantren Hasan Jufri, Bawean, Gresik. (Foto: NOJ/Aminuddin)

Gresik, NU Online Jatim

Pengajian akbar di halaman Pondok Pesantren Hasan Jufri Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, pada Senin (28/03/2022) malam berlangsung sangat meriah. Ratusan santri dan alumni Pesantren Hasan Jufri tampak khidmat dan bergembira karena dihibur oleh grup seni shalawat dari negeri Syria, yakni Nasyid Arridwan.


Nasyid Arridwan adalah grup musik shalawat yang berbasis di Syria. Grup dengan munsyid utama Yasin al-Marashili ini terkenal di kalangan santri di Indonesia. Arridwan sering tampil di sejumlah pesantren di negeri ini ketika acara keagamaan digelar.


Penampilan Naysid Arridwan adalah rangkaian pengajian akbar di pesantren tersebut yang menghadirkan penceramah Habib Ahmad bin Hasan Al-Jufri dari Gorontalo, Sulawesi Utara. Gus Zah Faid, Pengasuh Pesantren Hasan Jufri, mengaku senang santri dan alumni hadir menyemarakkan majelis akbar tersebut.


"Ahamdulillah, kami sebagai ketua umum alumni ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh alumni, khususnya, karena acara ini terselenggara seratus persen itu dari kekompakan dan solidaritas alumni," ungkapnya.


Dia berharap, dengan kehadiran para alumni, para ulama dan para habaib menjadi penyebab pintu-pintu rahmat dari Allah SWT terbuka lebar dan membanjiri para jamaah, sehingga ketika pulang dari majelis dosa-dosa diampuni oleh Allah SWT.


Gus Faid juga menyampaikan pesan dan salam kakaknya, Gus Najahul Umam, kepada seluruh alumni. Sang kakak tak bisa hadir karena kurang sehat. "Dan ini adalah bukti bahwasanya ikatan antara seorang murid dan seorang guru masih terjalin,” tandasnya.


“Ikatan yang telah kita pilih untuk menjadi jalan dalam hidup kita. Saat kita mempunyai ikatan dengan seorang guru, maka ikatan itu tidak akan pernah putus, dan ikatan kita menjadi penyambung dengan Rasulullah SAW," imbuh Gus Faid.


Menurutnya, tidak ada yang bisa sampai kepada Allah SWT kecuali melalui jalan Rasulullah SAW. Dan jalan atau warisan Rasulullah ada pada para ulama, sementara ulama adalah guru-guru bagi para santri yang sanad keilmuannya terhubung dengan Rasulullah SAW.


Metropolis Terbaru