Home Metropolis Warta Pendidikan Malang Raya Pemerintahan Madura Parlemen Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Mitra Pustaka

IPNU-IPPNU Sidoarjo Matangkan Buku Pedoman Pendirian Komisariat

IPNU-IPPNU Sidoarjo Matangkan Buku Pedoman Pendirian Komisariat
Diskusi pembuatan buku pedoman pendirian komisariat oleh IPNU-IPPNU Sidoarjo. (Foto: NOJ/Maschan Yusuf)
Diskusi pembuatan buku pedoman pendirian komisariat oleh IPNU-IPPNU Sidoarjo. (Foto: NOJ/Maschan Yusuf)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) akan menerbitkan buku pedoman pendirian serta perawatan Pimpinan Komisariat di sekolah/madrasah dan juga pesantren.

 

Untuk itu, Departemen Jaringan Sekolah dan Pesantren (DJSP) PC IPNU IPPNU Sidoarjo menggelar diskusi bertajuk Sehari Bahas Komisariat (SBK) dengan melibatkan seluruh PAC IPNU IPPNU se Sidoarjo di Cafe Aurora, Sidokumpul, Kecamatan Sidoarjo, Rabu (13/10) malam.

 

Aisyah Nur Afifah selaku ketua PC IPPNU Sidoarjo mengatakan, diskusi ini merupakan langkah untuk melengkapi, menyempurnakan dan juga mematangkan persiapan sebelum penerbitan buku pedoman pendirian dan perawatan Pimpinan Komisariat.

 

Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya tersebut berharap terhadap buku pedoman yang akan diterbitkan nanti dapat menjadi acuan untuk pendirian, pembentukan, hingga perawatan dan monitoring PK di sekolah/madrasah maupun pondok pesantren.

 

"Perlunya kesiapan dengan melakukan observasi guna mengetahui masalah yang ada di lapangan, keluh kesah serta saran dari para pengurus di tingkat PAC, sebelum benar-benar resmi diluncurkan nanti," ujarnya.

 

Ahmad Taufiqur Rahman selaku Wakil Ketua 3 IPNU Sidoarjo yang menaungi DJSP mengatakan bahwa buku pedoman ini adalah upaya untuk memudahkan guna mensukseskan program pendirian PK sebagai upaya mewarnai sekolah/madrasah serta pondok pesantren dengan organisasi IPNU-IPPNU.

 

Selain itu, PC IPNU-IPPNU juga akan menjalin kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Ma'arif Sidoarjo untuk mensosialisasikan program ini terhadap seluruh pelajar hingga kepala sekolah.

 

Menurutnya, siswa-siswi di sekolah/madrasah maupun santri di pesantren adalah seorang pelajar yang merupakan investasi masa depan yang perlu diberi wadah untuk dapat mengembangkan minat, bakat, dan juga sikap kepemimpinan melalui organisasi.

 

"Pelajar adalah investasi masa depan, maka perlu adanya perhatian khusus dari banom NU untuk mempersiapkannya bersama-sama," pungkasnya.

Terkait

Metropolis Lainnya

terpopuler

rekomendasi

topik

Terkini