• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 1 Oktober 2022

Metropolis

Ketua NU di Sidoarjo Kisahkan Pesantren Siwalan Panji Pernah Dibom Penjajah

Ketua NU di Sidoarjo Kisahkan Pesantren Siwalan Panji Pernah Dibom Penjajah
H Machrus. (Foto: NOJ/Boy)
H Machrus. (Foto: NOJ/Boy)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Buduran, H Machrus mengisahkan terkait Pondok Pesantren Siwalan Panji yang merupakan tempat belajar para tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU.

 

“Kiai dulu banyak yang punya karamah ya, kalau menurut cerita ada yang sampai bisa terbang,” katanya saat menjadi narasumber dialog yang disiarkan di kanal Youtube NU Delta yang merupakan kanal resmi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Kamis, (11/08/2022) siang.

 

Dikisahkan pula pada waktu Indonesia masih dijajah oleh Belanda, Pondok Pesantren Siwalan Panji pernah dibom oleh penjajah. Namun bom yang jatuh di lingkungan pesantren tidak meledak. Yang meledak bom yang jatuh di Desa Singkil yang saat ini berubah nama menjadi Desa Sidomulyo.

 

“Buduran ini dulu semacam kota santri. Saya berharap khususnya ke warga nahdliyin dan umumnya kepada umat Islam di Buduran untuk mengirimkan putra-putrinya belajar di lembaga pendidikan pesantren. Yang lebih utama tentu pesantren salaf,” ujarnya.

 

Disebutkan saat ini banyak muncul pesantren-pesantren modern yang dimana penguasaan ilmu agamanya masih belum maksimal. Dengan memondokkan putra-putri di pesantren salaf, kualitas pengajaran ilmu agama sangat baik dan maksimal.

 

“Mari semangat memondokkan anak-anak kita. Karena saat ini walaupun menjadi santri juga bisa jadi berkiprah sebagaimana orang-orang di luar pondok pesantren.  Ada yang jadi Presiden, jadi mentri juga banyak. Jadi santri sekarang lebih bisa bersaing,” tuturnya

 

Di samping itu, H Machrus menginformasikan saat ini MWCNU Buduran fokus pada program pembagunan gedunv yang nantinya akan diberi nama Graha Nusantara MWCNU Buduran.

 

“Nanti kalau gedung lantai tiga itu selesai akan digunakan untuk kegiatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Saat ini kegiatan ekonomi MWCNU Buduran masih menjual air mineral santri. Nanti akan ditingkatkan lagi varian usaha jika gedung sudah selesai,” tandasnya. 


Metropolis Terbaru