• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 3 Juli 2022

Metropolis

Ketua NU Jatim: Potensi Kemaritiman Harus Terus Dimanfaatkan

Ketua NU Jatim: Potensi Kemaritiman Harus Terus Dimanfaatkan
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ/ Istimewa)
Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ/ Istimewa)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar mengatakan, bahwa pendayagunaan potensi kemaritiman yang dimiliki warga masyarakat dan pemerintah hendaknya terus ditingkatkan pemanfaatannya dengan maksimal.


“Karena potensi di bidang itu memang sangat strategis,” kata Kiai Marzuki saat Focus Group Discussion di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur, Surabaya, Ahad (12/03/2022) Kegiatan itu bertajuk Penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Kemaritiman di Jawa Timur: Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Agro-Mina-Wisata Berkelanjutan.


Dirinya mengatakan, bahwa berbicara maritim berarti membahas laut, batas negara, berbicara pintu masuk ke daratan suatu negara, pantai dan lainnya. Membicarakan pula soal kawasan lindung, kawasan pertambangan yang boleh diberi ijin dan yang tidak boleh, serta kawasan strategis yang bisa dimaksimalkan untuk kegiatan ekonomi, dan lain-lain.


“Saya ingin sekali negara hadir dalam mengelola potensi kemaritiman ini,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang itu.


Kiai Marzuki juga menyampaikan keinginannya agar Indonesia mempunyai kapal besar. Kapal tersebut yang bisa digunakan untuk menangkap ikan, sekaligus untuk memprosesnya hingga berbentuk kemasan. Sehingga sekali berlayar dalam waktu 2-3 bulan pulangnya langsung membawa ikan kaleng yang siap dijual.


“Nanti kepala ikan bisa dikelola di kapal itu untuk menjadi tepung ikan. Jenis kepala ikan tertentu masih bisa dijual di rumah makan. Dan kotorannya dikeringkan untuk dijadikan pupuk,” terangnya mencontohkan.


Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang itu meyakini, bahwa Indonesia mampu melaksanakan hal tersebut. Pasalnya, negara seperti Taiwan sudah melakukannya.


“Di Taiwan, satu kapal beroperasi karyawannya hingga 1000 orang lebih. Pulangnya langsung membawa ikan siap jual dengan nilai ratusan miliar,” jelasnya.


Kemudian, sebagai bagian dari upaya memanfaatkan potensi laut lainnya, nelayan di Indonesia perlu dibekali dengan elatihan dan edukasi. Hal tersebut agar potensi laut memiliki nilai jual yang tinggi.


“Misalnya kalau ada terumbu karang diapakan, rumput laut diapakan, benur diapakan,” pungkasnya.
 


Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur yang mewakili Gubernur Jatim, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, dan Ketua Badan Kemaritiman Nahdlatul Ulama (BKNU) Jatim.


Metropolis Terbaru