• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 2 Desember 2022

Metropolis

Bupati Jombang Kisahkan Karakternya Dibentuk Sejak Aktif di IPPNU

Bupati Jombang Kisahkan Karakternya Dibentuk Sejak Aktif di IPPNU
​​​​​​​Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
​​​​​​​Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Surabaya. NU Online Jatim
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyampaikan pengalaman bagaimana karakternya dibentuk saat menjadi kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Hal itu ia ceritakan saat menjadi narasumber ‘NU Women Talk’ yang mengakat tema The Next Women Leaders & Entrepreneurs, Jum’at (11/03/2022) di kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jumat (11/03/2022).
 

“Di IPPNU kami belajar berorganisasi, bermasyarakat, menyampaikan pendapat, belajar bersama untuk mencari solusi,” kata bupati perempuan pertama di Kabupaten Jombang tersebut.
 

Ia menyebut, tokoh-tokoh perempuan NU yang hadir pada acara ini seperti Ida Fauziyah Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI), Anik Maslachah Wakil Ketua DPRD Jatim menjadi hebat juga berkat aktif di IPPNU.
 

“Kami semua bisa seperti ini karena godokan IPPNU saat itu. Saya sendiri sejak SMA sudah menjadi Ketua IPPNU di Kabupaten Jombang. Saya sangat merasakan manfaat berproses di IPPNU,” kata Nyai Mundjidah.
 

Bupati yang pernah belajar di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Lasem, Jawa Tengah itu juga menegaskan, di sebuah organisasi tidak ada yang diistimewakan. Baik itu anak dari orang kaya, putra tokoh masyarakat, tokoh agama semua sama.
 

“Di organisasi tidak ada yang namanya main perintah, tidak ada itu. Kalau ada ketua yang perintah-perintah tapi dirinya tidak ikut bekerja, itu bukan pemimpin. Sumua harus bekerja sama saling gotong royong,” ujarnya.
 

Begitupun sebaliknya, seorang pemimin di organisasi tidak boleh mengerjakan semuanya sendiri, meskipun dirinya merasa mampu. Sebab dalam organisasi ketika menjalankan program setiap anggota mempunyai tugas masing-masing.
 

Nyai Mundjidah sendiri pernah menjabat sebagai Ketua PC Fatayat NU Jombang masa khidmat 1978-1983. Kemudian pada tahun 1984 dipercaya memimpin PC Muslimat NU Jombang.
 

“Saat memimpin Fatayat dan Muslimat, saya merasakan perbedaan kader yang pernah ikut IPPNU dan yang tidak pernah,” pungkasnya.
 

 

Pada acara yang dihadiri kader IPPNU se Jatim ini hadir ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar bersama Nyai Saidah Marzuki. Hadir pula Ning Khilma Anis, penulis novel best seller Hati Suhita, Wigati dan Jadilah Purnamaku.


Editor:

Metropolis Terbaru