• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 22 April 2024

Metropolis

Ketua PCNU Sidoarjo Sebut LAZISNU Jantung Organisasi

Ketua PCNU Sidoarjo Sebut LAZISNU Jantung Organisasi
Ketua PCNU Sidoarjo KH M Zainal Abidin (pegang mik), saat Ngopi dan Sosialisasi Program Mahabbah Ramadhan 1445 H / 2024 M oleh LAZISNU Sidoarjo, Kamis (29/02/2024). (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Ketua PCNU Sidoarjo KH M Zainal Abidin (pegang mik), saat Ngopi dan Sosialisasi Program Mahabbah Ramadhan 1445 H / 2024 M oleh LAZISNU Sidoarjo, Kamis (29/02/2024). (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH M Zainal Abidin mengatakan, bahwa Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) adalah jantungnya organisasi.

 

Penegasan itu disampaikan saat kegiatan Ngobrol Filantrofi (Ngopi) dan Sosialisasi Program Mahabbah Ramadhan 1445 H / 2024 M yang digelar Pengurus Cabang (PC) LAZISNU Sidoarjo. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung PCNU Sidoarjo lantai 3, Jalan Kapasan, Sidokare, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Kamis (29/02/2024).

 

Ia mengatakan, PCNU Sidoarjo memiliki sejumlah program besar, di antaranya masjid membangun masjid, madrasah membangun madrasah, rumah sakit membangun klinik, dan kemandirian ekonomi. Sebagai jantung organisasi, di bulan Ramadhan 1445 H, ia meminta LAZISNU untuk memaksimalkan program masjid membangun masjid.

 

“Melalui kekuatan yang ada di LAZISNU ini kami harap Masjid KH Hasyim Asy’ari yang berada di komplek Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) segera selesai dan menjadi masjid kebanggaan warga NU,” ujarnya.

 

Dirinya menekankan, bahwa LAZISNU ke depan perlu mengadakan madrasah amil secara massif di sejumlah daerah di Sidoarjo. Hal tersebut karena di lapangan masih banyak ditemukan praktik-praktik yang tidak sesuai syariat.

 

“Agar zakat dan infaq ini menjadi manfaat, pengelolanya harus berilmu,” ungkap alumni Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo ini.

 

Di samping itu, ia menyampaikan bahwa berkhidmat di NU ibaratnya seperti menanam pohon kelapa. “Mungkin buahnya tidak dapat kita nikmati, namun nanti yang menikmati adalah anak-anak kita,” katanya.

 

“Sudah tidak zaman orang NU memikirkan diri sendiri. Akan tetapi sebaiknya kita memikirkan bagaimana kita meninggalkan sesuatu yang baik untuk anak-anak kita nanti,” imbuh Kiai Zainal.

 

Dirinya menambahkan, bahwa manfaat berkhidmat di NU bisa menjadikan anak sebagai generasi yang saleh. Tidak semua orang menginginkan anaknya menjadi anak yang pandai, akan tetapi semua orang rata-rata menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang saleh atau salehah.

 

“Karena dengan demikian jika orang tua sudah wafat, anak yang saleh atau salehah tersebut akan terus mendoakan orang tuanya,” pungkasnya.

 

Diketahui, hadir dalam kegiatan ini di antaranya, Wakil Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Hayat dan Wakil Sekretaris Dodik Dyauddin. Turut hadir pula jajaran pengurus LAZISNU Sidoarjo dan pengurus LAZISNU Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se Sidoarjo.


Metropolis Terbaru