• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Metropolis

Ketua PCNU Sidoarjo: Pengurus NU tidak Lepas dari Seleksi Alam

Ketua PCNU Sidoarjo: Pengurus NU tidak Lepas dari Seleksi Alam
Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zaenal Abidin saat menyampaikan sambutan. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)
Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zaenal Abidin saat menyampaikan sambutan. (Foto: NOJ/ Boy Ardiansyah)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zaenal Abidin menyampaikan bahwa untuk menjadi pengurus NU tidak lepas dari seleksi alam. Hal tersebut disampaikannya saat acara pelantikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tarik, Ahad (13/11/2022) di Gedung MWCNU setempat.


“Banyak sekali orang ingin menjadi pengurus NU, tapi ternyata hanya ingin dijadikan loncatan untuk mencolonkan dirinya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),” katanya.


Kang Zaenal sapaan akrabnya menyampaikan, sering kali orang yang menjadikan NU loncatan untuk menjadi pejabat, dan akan lupa serta meninggalkan NU jika jabatan yang diinginkan sudah tercapai. Padahal sebelumnya semua elemen NU didekati, mulai dari IPNU-IPPNU, Ansor, Fatayat dan Badan Otonom (Banom) lainnya.


“Setelah jadi pejabat, setiap dihubungi mengatakan sedang dinas luar, padahal sebenarnya ada di rumah. Biasanya orang seperti ini tidak akan mendapat barakah,” tuturnya.


Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran itu menengaskan, ketidak barakahan hidup pejabat yang demikian karena tidak ikhlas berkhitmat di NU, hanya menjadikan loncatan kepentingan pribadi.


“Oleh karena itu, para pengurus NU yang baru saja dilantik jangan bergembira ria. Karena setelah dilantik otomatis ada amanah. Nanti dalam perjalanan ada seleksi alam yang terlihat. Mana saja orang yang benar mengurusi NU dan mana orang yang menjadi urusan NU,” ucapnya.


Lebih lanjut, Kang Zaenal mewanti-wanti jika pengurus NU takut diminta iuran untuk kegiatan-kegiatan NU, maka lebih baik secepatnya membuat surat pengunduran diri. Menurutnya, NU adalah wadah perjuangan, buka NU Nunut Urip (mencari hidup).


“Tapi jika berkhitmat dengan serius di NU pasti keberkahan akan selalu menyertai disetiap langkah kalian semua,” terangnya.


Kang Zaenal berpesan, ke depan MWCNU Tarik harus terus melakukan penguatan Aswaja. Karena saat ini semakin banyak secara terang-terangan orang menyalahkan amaliah-amaliah NU. 


“Jangan hanya bangga menjadi pengurus NU, tapi mari curahkan pikiran, tenaga, uang untuk membesarkan NU,” tutupnya.


Hadir pada acara tersebut, H Ahmad Muhdlor Ali selaku Bupati Sidoarjo, Camat Tarik H Iswandi Pribadi, Kapolsek dan Danramil Tarik. 


Editor:

Metropolis Terbaru