• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Januari 2023

Matraman

Tiga Pesan Penting Gus Salam kepada Pengurus NU

Tiga Pesan Penting Gus Salam kepada Pengurus NU
Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. (Foto: NOJ/ Hafidz Yusuf)
Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. (Foto: NOJ/ Hafidz Yusuf)

Nganjuk, NU Online Jatim

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengatakan, terdapat tiga hal penting yang harus dipahami oleh segenap pengurus NU di semua tingkatan. Di antaranya yaitu niat yang lurus, peningkatan kualitas internal, dan selalui melakukan inovasi kekinian.


Pesan tersebut disampaikan Gus Salam saat memberikan tausiyah dalam Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Senin (05/09/2022) di Kantor MWCNU setempat.


“Kunci yang pertama adalah bagaimana semua jejak langkah kita di setiap khidmat di NU adalah dalam rangka melayani umat.  Jangan sampai kita ini mengeluh ketika merasa tersaingi oleh adanya organisasi baru yang lebih hebat tanpa bercermin bahwa gerakan sudah maksimal atau belum,” tutur Gus Salam.


Kedua, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang itu, peningkatan mutu internal berkaitan dengan administrasi, manajemen organisasi dan kaderisasi termasuk juga mematuhi hirarki organisasi.


Menurutnya, tidak boleh ada organisasi, lembaga atau banom yang melompati organisasi yang berada tepat diatasnya.


Gus Salam menambahkan, masing-masing pengurus NU boleh memiliki tujuan pribadi namun ketika sudah masuk menjadi pengurus harus tetap mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah tanga (AD/ART) yang sudah disepakati. Sebab, sebesar apapun organisasi, kalau tidak ada ketaatan kepada pimpinan maka akan sia-sia.


Innahu laa islama illa bil jamaah walajamaata illa bil imaroh wala imarota illa bit-toah,  yang artinya  sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ketaatan. Dengan kata lain kita harus membangun sanad jamiyyah,” sambungnya.


Kunci ketiga adalah senantiasa melakukan inovasi up to date dalam memperkenalkan NU kepada masyarakat. Gus Salam mencontohkan seperti halnya Sunan Kalijaga yang membuat pertunjukan wayang agar masyarakat tertarik kepada Islam.


“Inovasi ini penting untuk menjaga akidah ahlussunnah wal jamaah apalagi memasuki abad ke dua ini,” pungkasnya.


Editor:

Matraman Terbaru