• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 29 September 2022

Metropolis

KH Cholil Nafis Ungkap Indonesia Butuh Polisi yang Baik

KH Cholil Nafis Ungkap Indonesia Butuh Polisi yang Baik
KH Cholil Nafis. (Foto: NOJ/Boy)
KH Cholil Nafis. (Foto: NOJ/Boy)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Muhammad Cholil Nafis melalui akun Instagram pribadinya @cholilnafis menyampaikan Indonesia membutuhkan polisi. Namun alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan itu menegaskan yang dibutuhkan adalah polisi yang baik dan bersih.

 

“Karena polisi itu aparat kemanan, mengayomi dan penegak hukum. Maka keberadaannya sangat diperlukan, dan kewibawannya menjadi keniscayaan,” tulisnya di Instagram yang telah diikuti 39 ribu lebih pengikut itu.

 

Kiai yang masa kecilnya tumbuh di Madura itu mengatakan kewajiban polisi adalah menegakkan hukum dan memberi keamanan, termasuk kepada anggota lembaganya. Ia berharap institutsi kepolisian bersih dari orang yang melanggar hukum dan menindak orang yang melanggar hukum.

“Berharap polisi baik-baik saja dalam menegakan hukum. Dan saya mendoakan polisi tetap adil dan berwibawa di mata rakyat sebagai aparat yang menjaga keamanan dan yang mengayomi rakyat,” tuturnya.

 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu berharap Polri tetap dapat menjaga marwah dan martabatnya sebagai penegak hukum. 

 

“Semoga Allah melindungi negeri kni,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar melalui video pendek yang tersebar melalui media sosial menyatakan dukungan dan dorongan kepada kepolisian di seluruh tingkatan untuk memproses semua pelanggaran hukum terhadap siapa pun tanpa tebang pilih.

 

"Sekali lagi Polri jangan ragu, tegas menegakkan kebenaran, menegakkan hukum, dan memproses siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum. Apalagi masuk ke dalam kategori pelanggaran berat, menghilangkan nyawa orang lain, melakukan kekerasan kepada orang lain, serta pembunuhan terlebih itu terencana," ujarnya.


Metropolis Terbaru