• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 8 Agustus 2022

Metropolis

Kiai Abdurrahman Navis Motivasi Santri Punya Target Hidup

Kiai Abdurrahman Navis Motivasi Santri Punya Target Hidup
KH Abdurrahman Navis (kanan), Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, Surabaya. (Foto: NOJ/ Hisam Malik)
KH Abdurrahman Navis (kanan), Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, Surabaya. (Foto: NOJ/ Hisam Malik)

Surabaya, NU Online Jatim
Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya, KH Abdurrahman Navis seakan tak pernah lelah memberi motivasi dan nasihat kepada santri dan alumni agar punya target dalam mengarungi bahtera kehidupan.


Penekanan tersebut disampaikan saat lftitah Majelis Dzikir wat Ta’lim Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, Surabaya, Ahad (05/06/2022). Kegiatan tersebut diikuti oleh santri, alumni, para guru, wali santri, dan masyarakat umum.


“Harapan saya kepada para santri, baik yang masih mukim maupun yang sudah aktif di luar, harus memiliki target dalam hidup, harus memiliki cita-cita yang wajib diraih. Sehingga dengan target dan cita-cita tersebut bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh dan benar benar berusaha sebaik mungkin,” harapnya.


Kiai penggagas Aswaja NU Center di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur  ini berpesan, agar terus belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan sampai melukai hati orang tua dan para guru.


“Jangan lupa untuk terus berusaha membahagiakan ayah, ibu dan guru kalian. Bikin mereka bahagia, bikin mereka senang agar mereka bangga kepada kalian. Sehingga nantinya kalian mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat,” lanjutnya.


Selain itu, Kiai Abdurrahman Navis menganjurkan agar menekuni bidang ilmu yang menjadi bakat dalam dirinya masing-masing. Hal demikian perlu dilakukan agar nantinya bisa menjadi sebuah keahlian.


“Bakat kalian apa, bidang ilmu yang kalian suka itu apa, pelajari dengan tekun dan sungguh-sungguh, Nak. Sehingga pada nantinya, bidang ilmu yang kalian suka menjadi keahlian tersendiri. Sepertinya saya sampai saat ini bakat dari pondok di bidang bahtsul masail,” ungkapnya.


Menurutnya, dengan menekuni dan mendalami bidang ilmu yang disukai akan terasa ringan untuk dikerjakan, sehingga dengan demikian dapat menumbuhkan semangat tersendiri saat melakukannya.


Man jadda wa jadda, siapa yang sungguh-sungguh pasti akan berhasil. Terus berusaha dan berdoa. Semoga semua hadirin baik dari para alumni, wali murid, simpatisan, dan masyarakat umum diberi keberkahan dan kemudahan dalam menggapai hajatnya,” pungkasnya.


Sebagai informasi, dengan dilaksanakannya Iftitah Majelis Dzikir wat Ta’lim Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda itu menjadi kegiatan pembuka untuk dilakukannya rutinan Ahad pagi. Yakni, pembacaan Ratibul Haddad dan mengaji kitab Nashoih Diniyyah bersama KH Abdurrahman Navis.


Metropolis Terbaru