• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 18 Agustus 2022

Metropolis

Malam Ini Peringatan 40 Hari Wafatnya Kiai Fuad Mun'im

Malam Ini Peringatan 40 Hari Wafatnya Kiai Fuad Mun'im
Almarhum Kiai Fuad Mun'im Djazuli. (Foto: NOJ/mb)
Almarhum Kiai Fuad Mun'im Djazuli. (Foto: NOJ/mb)

Surabaya, NU Online Jatim
KH Fuad Mun’im Jazuli adalah putra ke empat dari Kiai Djazuli dan Nyai Rodliyah. Banyak yang mengatakan bahwa Kiai Fu’ sapaan akrab KH Fuad Mun’im Jazuli merupakan putra yang paling mirip dengan ayahnya yang seorang pendiri Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Mojo, Kediri. Tidak hanya kemiripan fisik, namun Kiai Fu’ juga mirip di bidang keilmuan dengan meneruskan pengajian kitab Fathul Qorib yang dibaca setiap ba’da Asar.

 

Hari ini tepat peringatan 40 hari wafatnya Kiai Fu’. Kiai Fu’ wafat pada Sabtu (17/11/2020) lalu di Rumah Sakit Darmo, Surabaya. Wafatnya Kiai Fu’ tentu menjadi pukulan keras bagi semua keluarga, kerabat, dan jamaahnya, dan kini sejarah hidup dan peninggalan ilmunya dirindukan banyak orang.

 

Sepeninggal Kiai Djazuli, estafet kepemimpinan Pondok Pesantren Al Falah jatuh kepada putra-putrinya. Hingga Kiai Fu’ mendirikan Pondok Pesantren Nurul Falah atau yang dulu disebut Ndalem Yai Fuad (NYF).

 

Sejarah mencatat, Kiai Fu’ pernah mengampu kitab besar dan tebal. Semasa hidupnya, Kiai Fu’ istiqomah dalam mengaji kitab Fathul Qorib. Menurutnya, kitab Fathul Qorib adalah pondasi penting bagi para santri agar berpegang teguh pada aturan syariat Islam. Bahkan bisa mengkhatamkan Fathul Qorib dalam waktu 15 hari pertama di bulan Ramadhan.

 

Kiai Fu' sering berpesan kepada santri-santrinya, jika setiap bertemu masalah, jangan lupa selalu hadiahkan hadiah fatihah pada guru-guru kita. Apa yang sulit akan menjadi tidak sulit, Insya Allah semua masalah akan teratasi.

 

Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa santri sejatinya harus selalu memiliki hubungan batin dengan para guru, sekalipun sudah wafat.

 

Kiai Fu’ dengan kedalaman ilmunya, keramahannya terhadap santri, dan keistiqomahannya menjadi teladan nyata bagi santri dan jamaahnya.


Metropolis Terbaru