Manfaatkan Lahan Kosong, NU di Gresik Tanam Pohon Produktif
Senin, 14 September 2020 | 13:00 WIB
M Syafik Hoo
Kontributor
Gresik, NU Online Jatim
Banyak hal yang bisa dilakukan dalam menambah pemasukan organisasi. Bahkan tidak sedikit peluang tersebut disia-siakan begitu saja karena memang kurang memiliki kepedulian, seperti tersedianya lahan kosong.
Itu juga yang sedang diupayakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Dukun, Gresik. Yakni dengan menanami tanah seluas kurang lebih 625 m2. Ini merupakan hasil dari infak pembelian tanah yang dilakukan warga setempat.
Menurut rencana, lahan yang ada di Jalan Raya Mojopetung Kecamatan Dukun tersebut akan dibangun rumah sakit maupun asrama panti asuhan. Lahan berada di belakang kantor NU setempat dan tidak produktif.
Kondisi tersebut menggerakkan pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) setempat.
Yang dilakukan adalah memanfaatkan lahan dengan ditanam pohon pisang dan pepaya. Dan tentu saja, ujung-ujungnya diharapkan akan ada hasil yang bisa dipetik.
“Apa yang dilakukan di sini dapat memberikan inspirasi kepada setiap Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama atau PRNU untuk menyumbangkan minimal 3 pohon pisang sebagai infak,” kata Ketua MWCNU Dukun, KH Moh Sholeh, Ahad (13/9/2020).
Dikemukakan bahwa ikhtiar yang ada menjadi sarana pemberdayaan bagi lembaga NU yakni memberikan sumbangsih dan program sesuai dengan tugas lembaga.
“Bila dikelola dengan profesional, maka ini juga menjadi pilot projek bagi PCNU Kabupaten untuk disosialisasikan kepada MWCNU karena bisa menghadirkan pendapatan bagi lembaga,” terangnya.
Kiai Sholeh mengemukakan bahwa apa yang dilakukan hendaknya dikelola dengan optimal, termasuk dari sisi manajemen. Dengan demikian baik pisang dan pepaya dapat dikawal hingga penjualan.
Hal senada disampaikan KH Khusnan Ali selaku Ketua PCNU Gresik. Bahwa lembaga pertanian dan ekonomi di MWCNU Dukun bisa menjadi menjadi percontohan untuk lembaga lain termasuk PCNU Gresik.
“Sinergitas antarlembaga di NU ini yang kita harapkan dan menjadi dinamika dalam hal kemandirian ekonomi dan pemasarannya,” katanya.
Peluncuran gerakan menanam pohon pisang dan pepaya diawali pembacaan Shalawat Ngaturi Ashubhuh Bada yang dipimpin KH Amin Syam dan dilanjut doa oleh KH Ali Khusnan.
Kegiatan dihadiri utusan dari MWCNU, PRNU, dan lembaga yang ada.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Merayakan Maulid Nabi, Meneladani 4 Sifat Rasulullah
2
Khutbah Jumat: Kejujuran dan Integritas sebagai Muslim Sejati
3
Pemerintah Sahkan UU Haji Terbaru, Komitmen Layanan Lebih Mudah dan Transparan
4
MUI Jatim: Vaksin MR Boleh Digunakan Saat Kondisi Darurat
5
PBNU Minta Maaf Telah Datangkan Peter Berkowitz: Khilaf dan Kurang Cermat
6
Ning Farida Ulfi Tegaskan Ortu Wajib Dihormat Meski Belum Penuhi Hak Anak
Terkini
Lihat Semua