• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 7 Juli 2022

Metropolis

Menjadi Sosok Pahlawan yang Sejahtera dan Berkarya

Menjadi Sosok Pahlawan yang Sejahtera dan Berkarya
Presiden Perserikatan Organisasi Kepemudaan Nasional, Ryano Panjaitan. (Foto: Istimewa)
Presiden Perserikatan Organisasi Kepemudaan Nasional, Ryano Panjaitan. (Foto: Istimewa)

Surabaya, NU Online Jatim

Presiden Perserikatan Organisasi Kepemudaan Nasional (Poknas) Ryano Panjaitan menyampaikan, bahwa sosok pahlawan hari ini adalah orang yang dapat membangun kesejahteraan. Karena perekonomian bangsa saat ini masih lebih banyak dikuasai pihak asing. 

 

"Pekerjaan Rumah bersama saat ini berjuang untuk kesejahteraan, karena negara sendiri sudah merdeka dan berdemokrasi,” ujarnya saat 'Diskusi Refleksi Hari Pahlawan' oleh Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (19/11/2021) dilansir NU Online.

 

Oleh karenanya, ia mengajak kader IPNU untuk banyak berbuat untuk mewujudkan kesejahteraan. Sebab, saat ini kesenjangan sosial semakin tajam. Serta berbagai kemudahan lebih banyak memanjakan manusia.

 

"Dan hal tersebut justru menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. Kita mau apa saja, saat ini cukup dengan menekan layar ponsel masing-masing," imbuhnya.

 

Namun menurutnya, tidak sedikit yang masuk rumah sakit jiwa gegara keranjingan bermain game online. Padahal ada dua sisi mata uang dalam menggunakan teknologi masa kini.

 

Ia mencontohkan sebuah aplikasi media sosial. Semua informasi yang menunjang pengetahuan ada di aplikasi tersebut. Namun sebaliknya, segala informasi yang buruk juga terdapat di sana.    

 

"Oleh karena itu, yang haram bukanlah media sosialnya, tetapi bagaimana memanfaatkan itu sebagai hal positif,” katanya.   

 

Oleh karena itu, ia menggagas aktivisipreneur, sebuah upaya untuk menyatukan dunia aktivisme dan entrepreneurship. Hal ini agar nuansa pemikiran tidak an sich terhadap politik kekuasaan. Langkah pertama untuk ke sana sebetulnya sebagai anak muda harus sejahtera dulu.   

 

"Aktivis hanya politik an sich. Entrepreneur hanya provit oriented yang notabene individualis. Ini aktivis sosialis dan jiwa entrepreneur," lanjut alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu. 

 

Untuk itu, Ryano berharap agar organisasi pelajar NU ini mulai berpikir untuk mengembangkan entrepreneurship, selain pendidikan dan pelatihan. Ia mencontohkan satu materi yang perlu didiskusikan bersama, yaitu melek investasi. 

 

Jadi, lanjutnya, bukan saja pada sektor riil, tetapi juga pasar kedua (secondary market). "Program inilah yang harus dilakukan di masa perjuangan kesejahteraan," katanya.   

 

Menurutnya, tongkat estafet perjuangan kebangsaan saat ini ada di pundak masing-masing. Mulai saat ini haluan politik kekuasaan harus menjadi politik kesejahteraan dengan cara halalan toyyiban.

 

"Maka, dengan program ini kita bisa masuk untuk menjaga legasi pahlawan. NU harus mandiri ekonomi, tidak boleh tergantung," pungkasnya.


Metropolis Terbaru