• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Metropolis

Ngaji Rutin, Ketua Rijalul Ansor Jatim Jelaskan 3 Ciri Orang Saleh

Ngaji Rutin, Ketua Rijalul Ansor Jatim Jelaskan 3 Ciri Orang Saleh
Ngaji Rutin Bulanan PW MDS Rijalul Ansor Jatim. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).
Ngaji Rutin Bulanan PW MDS Rijalul Ansor Jatim. (Foto: NOJ/ Yuli Riyanto).

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ngaji bulanan rutin digelar Pengurus Wilayah (PW) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Jatim. Kegiatan yang dihelat setiap Selasa awal bulan tersebut dipusatkan di aula PW Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatim, Selasa (07/09/2021) malam.

 

Rutinan yang diisi ngaji Kitab Riyadlu Akhlaqi As Sholihin ini juga disiarkan langsung melalui kanal youtube Rijalul Ansor Jatim Channel. Ketua PW MDS Rijalul Ansor Jatim, HM Nailur Rochman (Gus Amak), mengampu ngaji kitab bulanan kali ini.

 

Dalam kesempatan ini, Gus Amak memaparkan tentang ciri-ciri orang saleh. Dijelaskannya, bahwa untuk mencapai predikat sebagai orang Saleh itu harus kuat menahan hawa nafsu, menjauhi dunia, dan menerima omongan orang yang tidak nyaman didengar.

 

“Jadi, sudah tidak ada lagi rasa sakit hati karena disakiti oleh manusia. Meskipun biasanya yang paling sering menimbulkan konflik karena ada rasa sakit hati,” ujarnya membuka penjelasan.

 

“Apalagi di dunia medsos yang bebas berkomentar. Makanya, kalau mau latihan jadi wali itu cukup sabar di medsos. Diomongin sembarang dikasih senyuman saja cukup, tidak usah balik ngomongin,” papar Gus Amak.

 

Menurut Gus Amak, ciri-ciri orang Saleh berikutnya adalah berani lapar. Hal ini karena efek dari rasa lapar akan memberi cahaya kepada hati. Disebutkan, bahwa orang lapar itu batinnya akan tajam. Sebagaimana teorinya Imam Ghazali, semakin dikurangi makannya akan semakin giat untuk beribadah.

 

“Yang bisa menjaga perutnya tidak kenyang itu sudah hebat, apalagi kalau bisa sering berpuasa lebih hebat lagi,” tutur cucu KH Abdul Hamid Pasuruan tersebut.

 

Ciri berikutnya, lanjut Gus Amak, meninggalkan pakaian-pakaian yang glamour, tetapi tetap rapi dan bersih. Ia menceritakan, KH Abdul Hamid kakeknya, dulu dalam berpakaian selalu rapi, dan kiai-kiai dulu juga begitu. Itu karena saking qonaahnya (rasa ridho) dengan kondisi hidup dan saking ridhonya dengan yang ada.

 

“Makanya, kita khidmat di NU karena ingin barokah (rizki yang cukup). Karena barokah itu yang akan membuat hidup kita cukup. Rizki kita itu tidak sama antara satu dengan yang lainnya, tapi kalau sama-sama barokah akan sama-sama cukupnya,” katanya.

 

Kemudian, Gus Amak menyimpulkan bahwa ciri-ciri orang Saleh itu memiliki tiga karakter, yakni istiqamah dalam ibadahnya, qanaah dalam hidupnya, dan tawadhu dalam karakternya.

 

“Semoga kita diberikan hidayah, taufiq, dan pertolongan oleh Allah agar bisa masuk ke dalam temannya orang Saleh, atau menjadi pecinta orang-orang Saleh dan ulama. Karena dengan begitu kita akan masuk kedalam golongan beliau,” pungkasnya.

 

Editor: A Habiburrahman


Metropolis Terbaru