• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 9 Desember 2022

Metropolis

NU Jatim Dukung Polda Lakukan Vaksinasi bagi Masyarakat

NU Jatim Dukung Polda Lakukan Vaksinasi bagi Masyarakat
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ/Ist).
Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar. (Foto: NOJ/Ist).

Surabaya, NU Online Jatim

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus membantu meringankan beban masyarakat terdampak dengan membagikan bantuan sosial (bansos).

 

Tidak hanya itu, demi mendukung upaya penanganan Covid-19 Polda Jatim juga melakukan vaksinasi kepada masyarakat, yang juga digelar Kepolisian Resort (Polres) di kabupaten/kota se-Jawa Timur.

 

Atas upayanya ini, dukungan untuk Polda Jatim pun mengalir. Salah satunya dari Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Marzuki Mustamar. Ia mengimbau kepada warga Jatim untuk melakukan vaksinasi, karena vaksin tersebut aman dan halal.

 

“Seluruh masyarakat Jawa Timur ayo ikut vaksin. Umat Muslim di Malang Raya, Madura, Jawa, dan lainnya ayo semuanya ikut vaksin,” ajak Kiai Marzuki, Sabtu (21/08/3021).

 

Disebutkan oleh Kiai Marzuki, bahwa vaksin tersebut aman dan sudah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan, para masyaikh terkenal, baik di Lirboyo, Ploso dan lainnya, menyatakan hal serupa terkait vaksinasi tersebut.

 

“Ulama-ulama di Mesir, Kuwait, Uni Emirat Arab dan yang lainnya juga mengatakan bahwa vaksin itu aman dan halal,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad, Gasek, Malang itu.

 

"Mari kita ikuti para ulama, mari kita contoh para ulama. Hendaknya kita bersedia untuk divaksin dan tidak usah ribet tentang masalah hukumnya. Karena soal hukum ini sudah selesai dibicarakan oleh ulama," tambahnya.

 

Selain itu, Kiai Marzuqi juga mengajak kepada Nahdliyin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang dianjurkan pemerintah. Mengingat, saat ini mulai muncul jenis virus baru yakni varian delta.

 

 

"Saya minta kepada Nahdliyin di Jawa Timur untuk patuh prokes, hindari kerumunan agar tidak terjadi penularan Covid-19. Karena virus ini bisa datang dari mana dan kapan saja,” pungkasnya.


Metropolis Terbaru