• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 5 Februari 2023

Metropolis

Pakar Ekonomi Syariah UINSA Jelaskan Pentingnya Dana Darurat

Pakar Ekonomi Syariah UINSA Jelaskan Pentingnya Dana Darurat
Imroatul Azizah. (Foto: NOJ/Raga)
Imroatul Azizah. (Foto: NOJ/Raga)

Surabaya, NU Online Jatim

Pandemi yang melanda dunia pada tahun 2020 lalu membuat perekonomian di seluruh dunia kolaps. Saat itu, banyak orang mengalami kegagalan dalam sektor ekonominya.

 

Namun, hal itu bisa dipertahankan dengan mengelola keuangan yang baik. Walaupun sudah menjadi rahasia umum, tapi masih banyak yang gagal dalam mengatur keuangannya. Salah satu tips agar keuangan aman adalah dengan memiliki dana darurat.

 

Dana Darurat itu adalah simpanan yang disiapkan khusus untuk menghadapi keadaan-keadaan darurat yang tidak bisa diprediksi," kata Imroatul Azizah di Kiswah Interaktif Youtube TV9, Selasa (19/07/2022).

 

Selanjutnya, dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini menekankan bahwa dalam mengatur keuangan yang baik, sudah sepatutnya membuat dana darurat agar tidak stress di kemudian hari. Ia juga menambahkan bahwa dana darurat ini berbeda dengan dan tabungan.

 

“Kalau tabungan misalnya saya target lima tahun yang akan datang ingin punya rumah berarti kita harus nabung untuk menyiapkan dana tersebut. Sedangkan dana darurat khusus disiapkan sendiri,” ujarnya.

 

Pakar ekonomi syariah itu menyebutkan bahwa dana ini diperlukan jika sewaktu-waktu menghadapi berbagai ujian, seperti bagaimana kalau tiba-tiba sakit atau ada salah satu anggota keluarga yang kecelakaan.

 

"Untuk pengumpulan dana darurat bisa dalam jangka waktu tertentu dengan menyesuaikan dari pengeluaran perbulannya," terangnya.

 

Kemudian, dirinya menjelaskan bahwa dana darurat bisa menghidupi seseorang selama beberapa bulan ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Kalau tiba-tiba si pencari nafkah utama kehilangan pekerjaannya itu masih bisa hidup,” pungkasnya.

 

Penulis: Raga Robbani


Metropolis Terbaru