• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Minggu, 2 Oktober 2022

Metropolis

Pandemi Tak Surutkan Pelajar NU Pacet Mojokerto Gelar Diklatama

Pandemi Tak Surutkan Pelajar NU Pacet Mojokerto Gelar Diklatama
Penyampaian materi pada Diklatama CBP-KPP PKPT IPNU-IPPNU Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto. (Foto: NOJ/INH).
Penyampaian materi pada Diklatama CBP-KPP PKPT IPNU-IPPNU Institut KH Abdul Chalim, Pacet, Mojokerto. (Foto: NOJ/INH).

Mojokerto, NU Online Jatim

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan spirit Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) dalam melaksanakan proses kaderisasi.

 

Kaderisasi yang dilaksanakan ialah Pendidikan Latihan Pertama (Diklatama) ke III, dengan mengusung tema "Bersinergi Menguatkan Ideologi Peduli Sosial dan Menjaga NKRI”.

 

Kegiatan dipusatkan di Madrasah Aliyah (MA) Hikmatul Amanah, Jalan Tirtowening No 17 Desa Bendungan Jati Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, selama tiga hari sejak Sabtu (19/06/2021) hingga Senin (21/06/2021).

 

Ketua PKPT IPNU IKHAC, Dalilul Falihin Dhofir mengatakan, dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan kader dapat mengembangkan dirinya. Karena CBP-KPP ini untuk membentuk karakter dalam mengabdi kepada Nahdlatul Ulama.

 

"Kader CBP-KPP harus mengabdi dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh pada Diklatama. Jangan hanya sekedar ikut-ikutan saja,” tegas pria yang juga pengurus Lembaga Koordinasi Perguruan Tinggi (LKPT) Pengurus Cabang (PC) IPNU Kabupaten Mojokerto ini.

 

Sementara itu, Komandan CBP PKPT IPNU IKHAC, Mohammad Charis Syamsuddin mengatakan, tujuan lain kegiatan ini untuk mempererat hubungan kader dengan masyarakat serta mengokohkan khidmah kepada bangsa Indonesia.

 

"Kita adalah permata nusa, permata bangsa, dan permata indonesia," ujar Charis, sapaan akrabnya, kepada NU Online Jatim.

 

Charis pun menyebutkan beberapa materi dalam diklat ini. Secara berurutan meliputi, aswaja dan ke-NU-an, kepemimpinan dan organisasi, komunikasi dan kerjasama tim, ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an, serta ke-CBP-an dan ke-KPP-an.

 

“Kemudian dilanjutkan dengan review materi dan pengajian dari Muhammad Al Barra atau Gus Barra, putra sulung dari KH Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto,” jelas Charis.

 

Materi selanjutnya, menurut Charis, ialah teknik dasar bela diri, peraturan baris berbaris, pengetahuan Search and Rescue (SAR), cinta alam, serta bela negara dan wawasan kebangsaan.

 

 

“Dan materi terakhir Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), serta dilakukan review materi kembali," pungkasnya.

 

Hadir dalam kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan ini di antaranya, Ketua PC IPNU-IPPNU Kabupaten Mojokerto, PC IPNU-IPPNU Kota Batu, PC IPNU-IPPNU Surabaya, dan jajaran pengurus MWCNU serta banom.

 

Editor: A Habiburrahman


Metropolis Terbaru