• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 25 Juni 2022

Metropolis

Pemerintah Diminta Wujudkan Layanan Kesehatan Berbasis Pesantren

Pemerintah Diminta Wujudkan Layanan Kesehatan Berbasis Pesantren
Nihayatul Wafiroh saat memberikan sambutan dalam Launching dan Bedah Buku ‘Peran NU Melawan COVID-19’ di Universitas Lampung (Unila) (Foto: NOJ/ Haafidh Nur Siddiq Yusuf)
Nihayatul Wafiroh saat memberikan sambutan dalam Launching dan Bedah Buku ‘Peran NU Melawan COVID-19’ di Universitas Lampung (Unila) (Foto: NOJ/ Haafidh Nur Siddiq Yusuf)

Lampung, NU Online Jatim

Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengatakan bahwa peran pondok pesantren sangat besar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Melalui santri, pondok pesantren dapat menjadi agen dalam mengkampanyekan kepada masyarakat agar hidup sehat.
 

Hal itu diungkapkan Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh saat memberikan sambutan dalam Launching dan Bedah Buku ‘Peran NU Melawan COVID-19’ di Universitas Lampung (Unila) melalui virtual pada Rabu (22/12/2021) siang.
 

“Saya bangga terhadap para santri yang tidak hanya bisa ngaji, namun juga bisa menjadi dokter dan tenaga kesehatan lainnya, karena hari ini sangat dibutuhkan,” kata Ninik.
 

Dirinya mengaku telah meminta pemerintah untuk menyiapkan satu pusat layanan kesehatan berbasis pondok pesantren. Hal tersebut guna meminimalisir dampak yang meluas apabila terjadi pandemi kembali.
 

“Kami mendorong keberpihakan pemerintah kepada pesantren  dengan program ‘satu pesantren satu klinik’ plus tenaga medis yang juga santri pondok tersebut,” ujarnya.
 

Kesuksesan pemerintah dalam mengatasi pandemi, lanjut Dosen Universitas Nahdlatul Ulama tersebut juga tidak bisa lepas dari fungsi Ulama. Biasanya ketika kiai sudah tidak mendukung proses vaksinasi misalnya, cakupan vaksin di daerah tersebut akan rendah.
 

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak bisa meninggalkan Nahdlatul Ulama, pemerintah tetap harus bergandengan dengan NU,” tegasnya.
 

Salah satu pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi tersebut juga mengapresiasi Tim Nahdlatul Ulama (NU) Peduli dalam penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Menurutnya, adanya NU Peduli Covid-19 ini menjadi motivasi para santri di pesantren bagaimana mengelola kesehatan komunal.
 

 

“Kami berharap kedepannya bila ada pandemi kembali, pesantren memiliki ketangguhan, memiliki kemandirian dan persiapan matang,” pungkasnya.


Editor:

Metropolis Terbaru