• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Senin, 23 Mei 2022

Pendidikan

Meriahkan Muktamar, Unisma Terbitkan Buku ‘Road Map NU Abad Kedua’

Meriahkan Muktamar, Unisma Terbitkan Buku ‘Road Map NU Abad Kedua’
Caption Foto : Unisma mengeluarkan buku terbarunya 'Road Map NU Abad Kedua'. (21/12) (NUOJ/MJ)
Caption Foto : Unisma mengeluarkan buku terbarunya 'Road Map NU Abad Kedua'. (21/12) (NUOJ/MJ)

Malang, NU Online Jatim

Banyak serba-serbi dalam gelaran Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan terselenggara di Lampung pada 22-23 Desember 2021. Salah satunya persembahan sebuah buku Road Map NU Abad Kedua yang diterbitkan oleh Universitas Islam Malang (Unisma).

 

Prof Maskuri, Rektor Unisma Malang, menjelaskan, buku  ini merupakan hasil refleksi panjang pemikiran mendalam dari para kiai, akademisi, praktisi, dan para aktivis NU yang berkhidmat secara struktural maupun kultural untuk mewujudkan cita-cita NU dari berbagai perspektif.

 

"Buku Road Map NU Abad Ke-2 ini sebagai kado istimewa di pengujung NU usia satu abad di tahun 2026," kata Prof Maskuri, Selasa (21/12/2021).

 

Buku ini diterbitkan bertepatan dengan momentum Muktamar ke-34 NU, yang berlangsung tanggal 22-23 Desember 2021 di Lampung, di saat usia NU 95 tahun. Sehingga berbagai gagasan dalam buku ini memberikan urgensi bagi para tokoh dan fungsionaris NU.

 

"Muktamar NU ke-34 menjadi salah satu ruang strategis untuk melakukan refleksi NU selama satu abad. Sekaligus melakukan konsolidasi pemikiran dan berbagai gagasan dalam rangka menyongsong NU abad kedua di tahun 2026," ungkapnya.

 

Harapan Maskuri, NU abad kedua harus melakukan sembilan program, yang juga dijelaskan di buku tersebut. Pertama, penguatan kualitas dan efektifitas kepemimpinan. Kedua, penguatan ideologi Aswaja. Ketiga, optimalisasi dakwah digital. Keempat, penataan manajemen dan penguatan induk organisasi. Kelima, penguatan lembaga-lembaga kultural dan praktik ubudiyah NU.

 

"Lalu keenam, meneguhkan politik kebangsaan. Ketujuh, optimalisasi khidmah NU untuk kesejahteraan jama'ah. Kedelapan, perluasan khidmah NU. Kesembilan, penguatan kerja sama negara dan jaringan internasional," jelas Maskuri.


Pendidikan Terbaru