• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 2 Juli 2022

Tapal Kuda

Persiapan dan Harapan PCNU Kota Pasuruan pada Muktamar ke-34 NU

Persiapan dan Harapan PCNU Kota Pasuruan pada Muktamar ke-34 NU
Gus Amak dalam postingan instagram pribadinya tentang PBNU dan Muktamar. (Foto: NOJ/Dokumentasi Narasumber)
Gus Amak dalam postingan instagram pribadinya tentang PBNU dan Muktamar. (Foto: NOJ/Dokumentasi Narasumber)

Pasuruan, NU Online Jatim

Siapa pun Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terpilih pada muktamar ke-34 mendatang, adalah pemimpin yang paling tepat dan dibutuhkan di zaman ini. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan Gus Muhammad Nailurrochman saat ditemui di kantor PCNU Kota Pasuruan, Sabtu (18/12/2021).
 

“Semua kandidat yang dicalonkan sama-sama hebat. Hanya saja, kita membutuhkan sosok yang paling tepat di posisi yang tepat. Setiap zaman pasti akan melahirkan pemimpin yang sesuai dengan zamannya,” tegas Kepala Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan yang akrab disapa Gus Amak itu.
 

Dikatakannya, bahwa zaman yang berubah sangat signifikan ini merupakan sebuah tantangan besar bagi NU untuk bisa beradaptasi, baik dari pola dakwah, maupun medan dakwahnya. Sehingga menurut Gus Amak, kecakapan digital penting dimiliki oleh pengurus dari tingkat ranting hingga badan otonom.
 

“Sekarang ini senjata masyarakat adalah smartphone dan kehidupan mereka tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Maka kita harus menyadari bahwa perangkat dakwah kita harus berubah yang tidak terbatas ruang dan waktu,” urainya.
 

Gus Amak menjelaskan bahwa transformasi digital mendorong NU agar bisa menyajikan dakwah dengan nilai-nilai yang telah ada, tetapi dengan cara-cara yang menarik bagi kalangan masa kini.
 

“Dakwah dengan model tradisional tetap penting, tetapi selebihnya dikemas dengan cara yang lebih modern,” tandas dia.
 

Gus Amak berharap, tantangan besar di era digital ini mampu dijawab oleh calon ketua umum PBNU terpilih. Harapan lainnya adalah PBNU lebih sering menemui pihak PCNU untuk berdialog, berkomunikasi, serta menyampaikan kritik dan saran melalui turba.
 

“Jadi tidak boleh lagi PBNU sulit ditemui PCNU, karena kita perlu tahu target apa yang sedang dikejar dan ingin dimiliki PBNU lima tahun ke dapan. Semoga ini bisa tersampaikan,” ungkapnya lagi.
 

Lebih lanjut, cucu Kiai Hamid Pasuruan itu mengatakan bahwa PCNU Kota Pasuruan telah mempersiapkan dua kendaraan untuk perjalanan darat, markas di Lampung, serta akomodasi.
 

Delegasi PCNU juga ada yang menggunakan pesawat,” tambah Gus Amak.
 

Dirinya bersyukur sebab pihak A’wan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Kementerian Agama (Kemenag) juga turut ambil peran untuk menyukseskan Muktamar ke-34 NU di Lampung mendatang.
 

Hal serupa disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Kota Pasuruan, Kiai Abdul Khalim Mas’ud. Menurutnya, yang dapat dilakukan NU ke depan adalah penguatan literasi agar masyarakat tidak berguru ke orang yang salah.
 

“Dalam mengikuti pengajian di digital itu harus jelas, sanad keilmuannya seperti apa dan rujukannya bagaimana,” tuturnya.
 

Apabila tidak, dikatakan Kiai Khalim, maka justru menjadi sebuah tantangan baru lagi. Sebab masyarakat akan mudah dibelokkan oleh paham-paham yang tidak bersesuaian dengan islam Ahlussunnah wal jama’ah.


Tapal Kuda Terbaru