• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 25 April 2024

Metropolis

Pewarta NU Harus Miliki Kecakapan Komunikasi

Pewarta NU Harus Miliki Kecakapan Komunikasi
Tangkapan layar pembukaan Madrasah Jurnalistik NU Online Jatim, Sabtu (07/08/2021). (Foto: NOJ/ Uliyatun Ni'mah)
Tangkapan layar pembukaan Madrasah Jurnalistik NU Online Jatim, Sabtu (07/08/2021). (Foto: NOJ/ Uliyatun Ni'mah)

Surabaya, NU Online Jatim

Madrasah Jurnalistik NU Online Jatim telah dibuka dan pertemuan pertama dilaksanakan hari ini secara virtual, Sabtu (07/08/2021). Para peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang mengikui kegiatan ini diingatkan bahwa menjadi pewarta Nahdlatul Ulama (NU) yang andal sebaiknya memiliki kecakapan berkomunikasi.

 

Hal ini disampaikan Nur Faishal, Redaktur NU Online Jatim saat memaparkan materi teknik reportase dalam acara tersebut. Ia juga menjelskan berbagai hal yang harus dilakukan oleh pewarta NU dalam menggali data. Mulai dari observasi, wawancara, riset data dan reportase online.

 

"Saat turun ke lapangan melakukan reportase, kita pasti dihadapkan dengan ragam tantangan. Salah satunya semisal kita dituntut untuk memiliki kecakapan dalam berkomunikasi. Menjalin kedekatan dengan berbagai pihak. Dan kepekaan diri dalam menentukan sudut pandang berita yang menarik untuk kita wartakan," kata pria yang akrab disapa Icong saat penyampaian materi.

 

Alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini juga mengimbau kepada peserta madrasah jurnalistik untuk terlebih dahulu menyiapkan perencanaan berita yang matang sebelum melakukan reportase.

 

"Jadi reportase itu adalah aktivitas pengumpulan bahan berita (news gethering) setelah perencanaan berita (news planning), dan sebelum penulisan (news writing), penyuntingan (news editing), dan penyajian (news publishing/news presenting)," ungkapnya.

 

Dalam kesempatan itu, ia juga berbagi pengalaman melakukan reportase yang efektif. Bahkan hingga menyajikan hasil reportase menjadi sebuah tulisan atau naskah berita.

 

Khidmat melalui media

Dalam seremonial pembukaan madrasah jurnalistik ini, Sekretaris PWNU Jawa Timur, H Akh Muzakki mengingatkan bahwa cara berkhidmat yang bisa dilakukan saat ini salah satunya dengan melibatkan diri menjadi pegiat media NU.

 

Sebab, memasifkan gerakan literasi di dunia digital dengan pemberitaan dan konten-konten edukatif lainnya merupakan jihad di era baru.

 

"Jihad di media digital menjadi sangat penting dilakukan saat ini. Aktivitas ke-NU-an di berbagai sektor, perlu diekspos. Tentu dalam rangka menyeimbangkan peran NU dalam perkembangan dunia tekhnologi," ujarnya.

 

Guru besar UIN Surabaya ini juga menyampaikan bahwa elemen NU harus tetap responsif terhadap perubahan. "Siapapun yang dapat mengikuti perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan zamannya, pasti bisa survive. Termasuk Nahdlatul Ulama," katanya.

 

Sementara Pemimpin Redaksi NU Online Jatim, Syaifullah Ibnu Nawawi mengtaakan, saat ini proses yang cukup mudah dilakukan untuk mengabdi di NU adalah dengan menjadi bagian dari pegiat medianya.

 

Selain merupakan tantangan era digital, keberadaanya juga sangat penting guna dakwah NU di berbagai platform media.

 

"Kita tahu, untuk menjadi pengurus atau ketua NU mungkin agak sulit seleksinya. Tetapi untuk terlibat dalam pegiat media NU tentu sangat mudah. Tinggal bagaimana kita memupuk semangat dan niat tulus mengabdi di NU dengan mengembangkan dakwah di media," ungkapnya.

 

Apresiasi untuk NU Online Jatim

Sementara Choirul Mubtadiin, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jatim dan Puput Kurniawati Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jatim kompak menyampaikan apresiasi kepada NU Online Jatim atas kerja sama pelaksanaan madrasah jurnalistik.

 

“Pertama saya ucapkan banyak terima kasih kepada NU Online yang telah memfasilitasi kami, dalam bergabung di agenda ini,” kata Puput.

 

Ia menceritakan, pihaknya merasakan banyak dampak positif atas kerjasama pelaksanaan madrasah jurnalistik bersama NU Online Jatim yang dilakukan sejak gelombang pertama pada akhir tahun 2020.

 

“Yang pertama pelatihan jurnalistik tahap satu kemarin menghasilkan beberarapa kontributor dari IPPNU. Saya melihat bahwa banyak sekali kegiatan-kegiatan IPPNU yang akhirnya bisa dimuat di media NU Online, jadi bisa mewarnai,” bebernya.

 

Ia berharap, madrasah jurnalistik kali ini diikuti dengan baik oleh peserta khususnya kader IPPNU dari berbagai daerah di Jatim. Supaya bisa melahirkan kader-kader pewarta yang bisa diandalkan.

 

 

“Harapan saya kedepannya pelatihan jurnalistik yang kedua ini mampu menghasilkan kontributor yang tidak kalah baiknya, tidak kalah aktifnya dengan kontributor dari hasil jurnalistik yang pertama. Karena kita tahu bahwa jurnalistik pertama kemarin sebenarnya banyak yang berminat, tapi karena kuotanya terbatas dilakukan secara tatap muka jadi harus membatasi peserta. Jadi banyak sekali pimpinan cabang yang tidak kebagian kuota,” tandasnya.

 

Adapun kegiatan ini akan dilaksanakan setiap Sabtu selama bulan Agustus 2021. Peserta memperoleh materi dari para narasumber yang disiapkan panitia.

 

Penulis: Ibnu Abbas, Qona’atun Putri Rahayu, Uliyatun Ni'mah

Editor: Romza


Editor:

Metropolis Terbaru