• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 30 November 2022

Metropolis

Ramadlan, Momentum untuk Sehatkan Jasmani dan Rohani

Ramadlan, Momentum untuk Sehatkan Jasmani dan Rohani
H Hasan Ubaidillah saat menjelaskan materi. (Foto: NOJ/Ika)
H Hasan Ubaidillah saat menjelaskan materi. (Foto: NOJ/Ika)

Surabaya, NU Online Jatim

Momentum bulan Ramadlan merupakan bulan yang penuh dengan keistimewaan terutama untuk menyehatkan diri. Hal ini di jelaskan oleh H Hasan Ubaidillah, Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam kegiatan Ngaji Ramadlan yang diselenggarakan oleh PWNU Jatim, Senin (26/04/2021). Pada kesempatan ini H Ubaid menjelaskan bahwa puasa itu menyehatkan seperti yang telah disampaikan dalam hadist Rasulullah, “Berpuasalah, Maka kamu akan sehat.’

 

"Puasa tidak hanya menyehatkan secara jasmani tetapi juga ruhaninya," kata H Ubaid.

 

Namun menurutnya ada beberapa faktor yang menjadikan puasa tidak menyehatkan dan membatalkan pahala puasa.

 

"Diantara yang tidak menyehatkan dan membatalkan puasa adalah kikir dan bakhil. Maka untuk menghindari hal tersebut kita dianjurkan untuk berbagi kepada sesama, sebab sempurnanya manusia ialah manusia yang mampu menyeimbangkan hubungan kepada Allah dan juga kepada manusia," terangnya.

 

Ia menambahkan, banyak orang yang puasanya sia-sia meskipun telah menuntaskan puasa sampai maghrib tiba, sebab ia tetap melakukan ghibah, hasud dan dengki kepada orang lain.

 

"Selain itu, tindakan berbohong secara tidak sadar telah massif dilakukan dalam masyarakat, apalagi dengan kecanggihan teknologi yang mempermudah informasi hoaks menyebar luas. Maka dari itu bijaklah dalam menggunakan teknologi," jelasnya.

 

H Ubaid mengungkapkan, di samping itu beberapa hal lain yang dapat mengganggu puasa adalah sikap namimah dan annadzru bi syahwati.

 

"Namimah merupakan tindakan mengadu domba orang lain dan menyebabkan perpecahan. Sedangkan annadzru bi syahwati, melihat dengan nafsu. Jika mata banyak digunakan untuk melihat kemaksiatan hati akan gelap dan gelapnya hati menyebabkan seseorang sulit untuk menerima hidayah," ungkapnya.

 

Dari penjelasan tersebut H Ubaid mengatakan beberapa hal tersebut harus diperhatikan, agar terbebas dari segala penyakit, baik penyakit jasmani maupun rohani. Ia juga berpesan untuk para generasi muda agar menjadi generasi yang kuat dari berbagai aspek, baik dari segi pendidikan hingga ekonomi.

 

"Sebab masa depan bangsa ada di tangan generasi muda," pungkasnya.

​​​​​​​
Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru