• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 9 Agustus 2022

Metropolis

Puasa dalam Perspektif Kesehatan, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Puasa dalam Perspektif Kesehatan, Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
dr Sukma Sahadewa Wakil Ketua PCNU Kota Surabaya ketika mengisi Ngaji Sore Ramadlan. (Foto: NOJ/hisam)
dr Sukma Sahadewa Wakil Ketua PCNU Kota Surabaya ketika mengisi Ngaji Sore Ramadlan. (Foto: NOJ/hisam)

Surabaya, NU Online Jatim

Ramadlan tentu merupakan sebuah kebanggaan kita selaku umat Islam karena bisa melakukan ibadah yang di nanti-nantikan yang menurut agama menunggu saja sudah mendapatkan pahala apalagi menjalankan.

 

Dari sisi kesehatan bahwa puasa ini adalah menahan makan dan minum yang secara otomatis bahwa tubuh kita memerlukan istirahat beberapa jam ke depan dalam melaksanakan puasa ini.

 

“Jadi puasa dari sisi kesehatan ialah  menahan nafsu makan dan minum dari beberapa jam sehingga menimbulkan suatu reaksi enzimatis dan reaksi hormonal untuk peningkatan ketahanan di dalam tubuh kita,” tutur dr Sukma Sahadewa Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya.

 

Maka dari itu, puasa diartikan sama dengan kesehatan jadi disampaikan bahwa puasa itu membuat tubuh kita sehat. Beberapa penelitian dari segi kesehatan bahwa tubuh kita khususnya absobsi terhadap makanan dan minuman melalui mulut sampai ke usus memerlukan waktu antara 4-8 jam.

 

dr Sukma menjelaskan absobsi itu penyerapan makanan dalam tubuh kita memerlukan 4 sampai 8 jam. Artinya apa yang kita makan dan apa yang kita minum membutuhkan kinerja di dalam tubuh kita antara 4-8 jam . 


“Kita ambil 8 jam saja dengan proses berpuasa menahan makan antara 12 sampai 14 jam tergantung letak geografisnya. Jadi terminologi dari kesehatan tadi dalam waktu penyerapan 8 jam kita berpuasa menahan antara 12 sampai 14 jam sehingga ada organ-organ di dalam tubuh kita yang tidak melakukan suatu aktivitasnya. Jadi kalau bisa kita artikan ada tempat istirahat di dalam organ-organ kita ketika sedang berpuasa,” jelasnya pada Ahad (25/04/2021).

 

Lebih lanjut dirinya menyampaikan mesin saja yang dikelola sedemikian rupa memerlukan tempat istirahat. Begitu juga dengan tubuh kita juga memerlukan antara 4 sampai 8 jam agar kesehatan di dalam tubuh kita menjadi meningkat.

 

“Puasa berarti mengartikan bahwa kita perlu mengistirahatkan organ-organ di dalam tubuh dalam waktu periode tertentu,” lanjutnya.

Dengan pengistirahat tadi secara otomatis adalah pengendalian dari energi positif yang dimasukkan melalui makanan kita dan itu harus seimbang dengan energi negatif yang dikeluarkan dalam bentuk aktivitas tubuh kita.

 

“Karena dengan puasa mengistirahatkan sehingga enzimatis hormonal dan metabolisme di dalam tubuh, dapat memberikan suatu keseimbangan energi. Maka dari itu orang yang berpuasa ketahanan tubuhnya menjadi lebih sehat, lebih kuat secara fisik tetapi juga secara rohani pada saat kita menjalankan ibadah memberikan suatu stimulan di dalam otak kita stimulan sistem saraf pusat kita menjadi tidak gampang marah,” pungkasnya.

 

Editor: Risma Savhira


Metropolis Terbaru