• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 5 Juli 2022

Parlemen

Salah Sasaran, DPRD Jatim Minta Linmas Surabaya Dievaluasi Total

Salah Sasaran, DPRD Jatim Minta Linmas Surabaya Dievaluasi Total
Ilustrasi kekerasan pada anak. (Foto: NOJ/nk)
Ilustrasi kekerasan pada anak. (Foto: NOJ/nk)

Surabaya, NU Online Jatim

Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Samsul Arifin turut mengomentari korban kekerasan salah sasaran yang diduga dilakukan petugas Perlindungan Masyarakat atau Linmas Kota Surabaya. 

 

Kasus kekerasan salah sasaran yang menimpa remaja SMP berinisial FA (15) yang tak lain adalah putera dari Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim H Rasyidi. 

 

Samsul meminta Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Surabaya, Irvan Widyanto segera mengevaluasi anak buahnya, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. 

 

"Saya meminta Pak Irvan segera mengevaluasi penangan kasus kekearasan ini. Hal seperti itu, Pak Irvan harus sigap. Harus ada evaluasi total, kalau perlu Pak Irvan juga dievaluasi walikota," kata Samsul Arifin, Sabtu (24/04/2021). 

 

Tidak sampai di situ, Mas Sam sapaan akrabanya meminta seluruh BPB Linmas Surabaya agar meminta maaf kepada PWNU Jatim atas kejadian kekerasan salah sasaran ini. 

 

"Semuanya harus minta maaf ke PWNU Jatim. Termasuk Pak Irvan, harus meminta maaf. Jika perlu biayanya pengobatannya juga harus ditanggung. Saya meminta kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali," ujarnya. 

 

Dewan dari Daerah Pilihan (Dapil) Surabaya-Sidoarjo ini mengatakan, kekerasan salah sasaran ini merupakan preseden buruk bagi Linmas Kota Surabaya. Hal ini terjadi karena tidak adanya kehati-hatian dari para petugas. 

 

"Ini tidak bisa dibiarkan, Linmas Surabaya harus jeli terhadap siapa-siapa yang menjadi pelaku tawuran, apalagi hingga mengambil tindakan kekerasan, korbannya di bawah umur pula," ungkapnya. 

 

Sebelumnya diketahui, petugas Linmas Kota Surabaya, menangani tawuran remaja di kawasan Dupak Grosir, Bubutan, Kota Surabaya, Rabu (14/04/2021) dini hari. 

 

Saat menangani kasus tawuran ini, petugas Linmas diduga melakukan tindakan kekerasan. Sayangnya yang menjadi korban kekerasan ini bukan pelaku tawuran, melainkan FA yang tidak ikut terlibat tawuran, alias salah sasaran. Akibatnya, FA mengalami luka-luka lebab di sebagian kepalanya akibat dibenturkan ke belakang sepeda yang terbuat dari besi oleh petugas linmas. 

 

"Akibatnya, wajah anak saya lebam dan terluka cukup serius," ucap H Rasyidi.

 

Editor: Risma Savhira


Parlemen Terbaru