• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Kamis, 26 Mei 2022

Metropolis

Rebo Wekasan, Madrasah Diniyah di Sidoarjo Gelar Doa Bersama

Rebo Wekasan, Madrasah Diniyah di Sidoarjo Gelar Doa Bersama
Santri Madin Babussalam Awar-Awar, Tambakrejo, Krembung, Kabupaten Sidoarjo, doa bersama dalam momentum Rebo Wekasan, Selasa (05/10/2021) malam. (Foto: NOJ/Sutrisno Akbar)
Santri Madin Babussalam Awar-Awar, Tambakrejo, Krembung, Kabupaten Sidoarjo, doa bersama dalam momentum Rebo Wekasan, Selasa (05/10/2021) malam. (Foto: NOJ/Sutrisno Akbar)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Doa bersama dan selamatan digelar di Madrasah Diniyah Babussalam Awar-Awar, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, dalam rangka menyambut akhir bulan Safar atau Rebo Wekasan dalam Kalender Jawa, Selasa (05/10/2021) malam. Dalam kepercayaan Muslim di Jawa, doa bersama dan selamatan biasa dilakukan saat Rebo Wekasan agar dijauhkan dari bala.

 

Doa bersama di Madin Babussalam diikuti oleh seluruh siswa dan tenaga pendidik di sana. Ustadz Saman selaku Kepala Madin Babussalam menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk mengajarkan kepada para santri agar mengetahui tradisi umat Muslim, khususnya, di Jawa dalam mengenal istilah Rebo Wekasan.

 

"Di mana pada hari tersebut Allah menurunkan 360.000 bala dalam setiap tahunnya. Maka tujuan dari kegiatan doa bersama dengan membawa makanan atau jajan pasar ini adalah agar kita diberikan keselamatan, kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT," katanya.

 

MS Akbar selaku Penasihat Madin Babussalam menyampaikan bahwa Rebo Wekasan bukan hanya sekadar untuk melestarikan tradisi dan ritual saja dalam memanjatkan doa kepada Allah Yang Maha Kuasa, tapi juga harus dibarengi dengan muhasabah atau instropeksi dan evaluasi diri terhadap kebaikan serta keburukan pada semua aspek kehidupan yang dijalani.

 

"Jangan hanya sekadar berdoa dan memohon ampunan serta meminta kepada-Nya secara formalitas saja, tapi kita harus instropeksi diri atas semua tingkah laku dan perbuatan kita selama ini, baik yang berhubungan dengan Allah SWT secara langsung maupun kepada sesama manusia," ujar Wakil Ketua Tanfidziyah Ranting NU Tambakrejo itu.


Metropolis Terbaru