• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Selasa, 6 Desember 2022

Metropolis

Tahun Baru Islam, Santri di Sidoarjo Tasyakuran Sederhana

Tahun Baru Islam, Santri di Sidoarjo Tasyakuran Sederhana
Suasana tasyakuran 1 Muharram 1443 Hijriyah di Madrasah Diniyah Babussalam Awar-awar Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, di Masjid Babubssalam, Senin (09/08/2021) malam. (Foto: NOJ/SA)
Suasana tasyakuran 1 Muharram 1443 Hijriyah di Madrasah Diniyah Babussalam Awar-awar Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, di Masjid Babubssalam, Senin (09/08/2021) malam. (Foto: NOJ/SA)

Sidoarjo, NU Online Jatim

Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriyah yang jatuh pada hari Selasa (10/08/2021) telah diperingati oleh hampir seluruh umat Islam di dunia dengan berbagai cara, sesuai adat dan tradisi masing-masing.

 

Salah satunya kegiatan doa bersama dan tasyakuran bareng yang diselenggarakan oleh  Madrasah Diniyah Babussalam Awar-awar Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, di Masjid Babubssalam, Senin (09/08/2021) malam.

 

Aacra yang diawali dengan istighatsah dan shalawat tersebut ditutup dengan acara kenduren (tasyakuran dengan makan tumpeng bersama) untuk meminta keselamatan dan keberkahan hidup kepada Allah SWT.

 

Ketua Yayasan Babussalam Suhadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di tahun baru, dengan harapan dijauhkan dari segala penyakit dan musibah di musim Pandemi.

 

"Karena ini masih dalam kondisi Pandemi dan banyaknya penyakit maka salah satu ikhtiar kita adalah dengan bermunajat mengetuk pintu langit doa bersama dan tumpengan bareng para santri dan ustadz-ustadzah di Madin dan TPQ Babussalam,"  kata Ketua Yayasan Babussalam Suhadi kepada NU Online Jatim.

 

Ia menceritakan, tahun-tahun sebelum pandemi, kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan dengan menggelar pawai keliling. Namun, karena masih kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) maka malam tahun baru Hijriyah kali ini dilaksanakan sederhana di di dalam masjid dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

"Walau pun ada sekitar 75 santri dan ustadz-ustadzah, namun kita tetap melaksanakannya dengan menerapkan protokol kesehatan 7 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi Kerumunan, menghindari mobilitas, memanjatkan do'a dan menjaga kebersihan)," kata Cak Hadi, sapaan akrab Suhadi.

 

Sementara itu, Kepala TPQ yang juga sesepuh Desa setempat, Mariadin menjelaskan bahwa moment tahun baru Islam memang harus diisi dengan sesuatu yang positif dan bermanfaat untuk keselamatan diri maupun keberkahan bersama.

 

"Semoga dengan peringatan yang sederhana namun penuh dengan keberkahan dan kebersamaan ini menjadikan wasilah doa kita akan dikabulkan oleh Allah SWT," kata Mariadi.

 

Editor: Nur Faishal


Metropolis Terbaru