• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Jumat, 19 Agustus 2022

Metropolis

Tupal Fashion Night Dianggap Menyalahi Syariat, Begini Tanggapan Gus Salam

Tupal Fashion Night Dianggap Menyalahi Syariat, Begini Tanggapan Gus Salam
Tupal Fashion Night. (Foto: NOJ/MC)
Tupal Fashion Night. (Foto: NOJ/MC)

Surabaya, NU Online Jatim
Gelaran Tupal Fashion Night yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim pada Kamis (28/07/2022) lalu menuai pro kontra. Pasalnya beberapa kelompok masyarakat menilai bahwa acara fashion show oleh para gawagis dan nawaning itu dianggap menyalahi syariat mulai dari pakaian yang dikenakan hingga aspek muruah.

 

Menanggapi hal itu, KH Abdussalam Shohib Ketua Panitia 1 Abad NU mengatakan bahwa Tupal Fashion Night merupakan salah satu bentuk dakwah NU dengan cara kekinian dan tidak akan terpengaruh dengan desakan orang lain.

 

"Kita ini berdakwah tidak akan terpengaruh dengan pujian maupun desakan orang. Itu mentalnya NU. Dan di internal kita terkenal dawuh bahwa kepuasan semua manusia itu sesuatu yang tidak akan bisa kita capai. Jadi kalau kita berangan-anagan ingin memuaskan semua pihak, itu tidak akan bisa walaupun sudah berkeringat darah," katanya, Jumat (05/08/2022).

 

Di samping itu, menurut Wakil Ketua PWNU Jatim ini kontroversi dalam hal berdakwah sudah terjadi sejak zaman Walisongo. Yaitu Sunan Kalijaga yang menggunakan instrumen seni budaya sebagai sarana dakwah.

 

"Dalam konteks kekinian itu sama dengan dakwahnya Sunan Kalijaga yang juga kontroversi. Kalau Sunan Kalijaga menggunakan instrumen seni budaya sebagai alat dakwah, kita juga sama," terangnya.

 

Gus Salam mengungkapkan bahwa NU akan terus memasuki ruang yang tidak mainstream di NU untuk berdakwah.

 

"NU harus masuk ke hobi atau kreativitas kekinian yang selama ini belum disentuh. Belum nanti kita juga akan dakwah di objek-objek yang bukan mainstream di NU. Jadi saya kira Tupal Fashion Night masih awal dari hal-hal yang mungkin agak kontroversi yang akan kita lakukan dalam membuat terobosan dakwah di objek-ojek yang selama ini belum kita masuki secara maksimal," ungkapnya.

 

Di samping dakwah, menurut Gus Salam ada kepentingan di ekonomi yang sebenarnya adalah pasar NU. Namun hal ini belum dikapitalisasi oleh warga NU sendiri.

 

"Dalam hal ini ada unsur kepentingan ekonomi, karena selama ini yang menguasai fashion muslimah itu diklaim oleh kelompok sebelah dan kita dianggap akan menyaingi. Padahal sebenarnya ini pasar kita dan peluang ini sangat besar. Sementara ini belum dikapitalisasi sendiri yang manfaatnya untuk kita sendiri juga," pungkasnya.


Metropolis Terbaru