• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Rabu, 8 Februari 2023

Metropolis

Tupal Fashion Night Merajut Desainer NU Kelas Dunia

Tupal Fashion Night Merajut Desainer NU Kelas Dunia
Apresiasi Gubernur Jatim kepada dua desainer TFN. (Foto: NOJ/MC PWNU Jatim)
Apresiasi Gubernur Jatim kepada dua desainer TFN. (Foto: NOJ/MC PWNU Jatim)

Surabaya, NU Online Jatim
Tupal Fashion Night (TFN) menjadi arus baru generasi mode nahdliyin. Ajang ini sukses dalam memeriahkan Kick Off Satu Abad Nahdlatul Ulama di Tugu Pahlawan Surabaya. TFN dapat banyak apresiasi, dan diharapkan jadi ajang bulanan bagi tumbuhnya potensi fashion muslim di Indonesia. 

 

Ning Fiky Aisyah, Desainer Muslim mengatakan bahwa fashion saat ini juga menjadi hal yang dilirik oleh santri. Mereka menggunakan fashion icon di media sosial sebagai rujukan. Oleh karena itu, TFN diharapkan dapat memberi inspirasi fashion yang baik kepada para muslim.

 

"Media sosial mempermudah kita untuk melihat fashion icon sebagai rujukan. Namun, kita harus mampu memilah mana pakaian yang layak dan baik untuk dipakai muslim. Saya harap dengan adanya TFN ini dapat memberi inspirasi fashion bagi Nahdliyin agar fashionable namun tetap menjaga kaidah berbusana," katanya, Senin (01/08/2022).

 

Menurut Ning Fiky, ide TFN ini sangat luar biasa karena sebagai ajang unjuk karya bagi para desainer NU untuk menjadi kiblat fashion muslim.

 

"Benar-benar ide yang luar biasa. Saya yang memang berkecimpung di dunia fashion, mendapat kesempatan untuk tampil di acara tupal fashion night ini, jadi merasa mendapat titik cerah harapan, kalau misi saya dalam mensyiarkan fashion muslim akan lebih dikenal para generasi milenial NU," terangnya.

 

Selain itu, Listya Ayu Qudus Desainer Muslim yang turut berpartisipasi pada TFN mengaku bersyukur gelaran TFN berjalan baik.

 

"Saya beradu dengan waktu dan grogi. Maklum, baru kali pertama ada peragaan busana yang diikuti dengan melibatkan Gus, Ning, dan para tokoh," ujarnya.

 

Kendati demikian dirinya berkomitmen untuk terus belajar mengembangkan fashion muslim.

 

"Alhamdulillah, meski banyak apresiasi, namun tentu saya tidak lantas berhenti dan berpuas diri. Saya masih harus terus banyak belajar. Sebab, ilmu dan pengetahuan terus berkembang seiring perubahan zaman," terangnya.

 

Listya berharap ke depan NU bisa mengawal terobosan di bidang fashion ini dan menjadi kiblat fashion muslim dunia.

 

"Harapan ke depan NU tidak berhenti di sini saja, semoga berkesinambungan dan mendukung fashion. Karena Indonesia mayoritas penduduknya muslim maka harus jadi kiblat fashion dunia. Tentunya NU wajib menginisiasi dan mewujudkannya," pungkasnya.


Metropolis Terbaru