• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 28 Mei 2022

Nusiana

Humor Gus Dur: Ingin Menang Sepak Bola, Percaya Dukun?

Humor Gus Dur: Ingin Menang Sepak Bola, Percaya Dukun?
KH Abdurrahman Wahid bercerita kapten tim sepak bola menggunakan jasa dukun. (Foto: NOJ/MIa)
KH Abdurrahman Wahid bercerita kapten tim sepak bola menggunakan jasa dukun. (Foto: NOJ/MIa)

Lupakan saja hasil imbang pertandingan Timnas Indonesia vs Singapura di leg pertama semifinal Piala AFF 2020 (Piala AFF 2021) yang berakhir 1-1 pada Rabu (22/12/2021) malam. Apalagi permainan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial wasit, ya itulah realita sepak bola . 
 

Mari kita kenang sosok KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur lewat kelakarnya soal sepak bola. 
 

Suatu hari, kata Gus Dur, tim sepak bola dari Kecamatan Wanasari akan bertanding melawan tim sepakbola Kecamatan Losari dalam Kejuaraan Piala Bupati. Karena ingin menang, pimpinan persatuan sepakbola Wanasari minta bantuan seorang dukun. 
 

“Oke, nanti saya buat 10 gol untuk kemenangan kalian,” kata sang dukun meyakinkan.
 

Setelah yakni dengan garansi sang dukun, sang kapten tim percaya diri dan menyampaikan kabar baik tersebut kepada pelatih, termasuk para pemain.
 

Bagaimana hasil pertandingan? Ternyata pertandingan berakhir dengan skor 5-5 sehingga kapten kesebelasan Kecamatan Wanasari melakukan protes kepada sang dukun yang telah dibayar mahal. 
 

“Lho, tadi saya sudah tiup bola dari sini untuk 10 gol,” ujar sang dukun. 
 

“Iya, golnya memang 10, tapi skornya 5-5, imbang. Babak pertama kami mencetak 5 gol, tapi pada babak kedua setelah tukar tempat, kami kemasukan 5 gol. Sepuluh gol masuk ke gawang utara semua,” kata sang kapten kesebelasan Wanasari sewot. 
 

“Oh... Sepakbola pakai tukar tempat ya? Saya ndak tahu kalau ada tukar tempat. Jadi ya, bola saya tiup semua ke gawang utara,” jawab sang dukun enteng.
 

Kepada Gus Dur, alfatihah.
 


Editor:

Nusiana Terbaru