• logo nu online jatim
Home Metropolis Malang Raya Madura Tapal Kuda Kediri Raya Matraman Pantura Khutbah Keislaman Tokoh Rehat Jujugan Nusiana Opini Pendidikan Pemerintahan Parlemen Pustaka Video Risalah Redaksi NU Online Network
Sabtu, 24 Februari 2024

Nusiana

Kejadian Unik saat Upacara Bendera yang Menghibur

Kejadian Unik saat Upacara Bendera yang Menghibur
Banyak kejadian unit yang terjadi kala pelaksanaan upacara bendera.
Banyak kejadian unit yang terjadi kala pelaksanaan upacara bendera.

Pada momentum bulan Agustus ini, sejumlah penyambutan bagi bulan kemerdekaan telah dilakukan oleh beberapa kalangan. Dari mulai pernak-pernik kemerdekaan, lomba agustusan, dan lainnya. Prinsipnya, suasana bulan Agustus akan berbeda dibandingkan bulan lain dalam setahun.


Dan yang juga identik saat agustusan, khususnya ketika 17 Agustus adalah upacara bendera. Dan tradisi upacara dilakukan oleh berbagai pihak, tidak hanya di kantor pemerintah, juga sekolah dan pesantren. Bahkan di kampung dengan peserta terbatas juga dilakukan upacara bendera tersebut.


Seakan tidak ingin ketinggalan, para pengurus NU di daerah juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi lantaran tidak terbiasa melakukan upacara, ada saja kisah unik selama kegiatan berlangsung.

 

Seperti yang terjadi di salah satu kawasan. Yang mana seorang ustadz yang juga syuriyah NU menjadi komandan upacara kemerdekaan 17 Agustus.

 

Dengan aneka persiapan, seluruh petugas telah diberikan pemahaman tugas dan kewajiban saat upacara. Bahkan gladi kotor dan resik dilakukan dengan harapan seluruh rangkaian upacara berjalan sesuai harapan. Hingga akhirnya tibalah pada hari yang telah ditentukan, yakni upacara bendera.

 

Sebagaimana biasa, setiap awal upacara dilakukan pasti ada prosesi pelaporan kesiapan peserta upacara kepada inspektur upacara. Kendati dengan pakaian ala kadarnya namun sopan, kegiatan berlangsung dengan khidmat.


Dengan lantang sang ustadz yang menjadi komandan upacara melapor.


"Lapor, seluruh peleton dan kompi  siap melaksanakan upacara...!!"katanya dengan tegas. Yang bersangkutan memang dipilih lantaran pernah menjadi Ketua Ranting Barisan Ansor Swerbaguna atau Banser di desanya.


Laporan itu kontan dijawab inspektur upacara dengan tegas juga.


"Kerjakan.....!!"


Mendapat perintah, namun karena pernah ngaji, sang komandan menyahuti degan kalimat tegas:


"InsyaAllah...!!"


Ternyata, ‘dialog’ laporan ini belum berhenti. Inspektur upacara juga menyahut: "Alhamdulillah"


Dan tidak mau ketinggalan, para peserta upacara dengan kompak menyahuti dengan kata: "Amin......!!"


Editor:

Nusiana Terbaru